Breaking News:

Pembiayaan Bagi Keluarga Prasejahtera Tumbuh Hingga 24 Persen

BTPN Syariah fokus melayani keluarga prasejahtera produktif di Indonesia sejak 2010.

Penulis: Natalin Sinaga | Editor: Liston Damanik
Tribun Medan/Natalin Sinaga
Direktur BTPN Syariah, Gatot Adhi Prasetyo (dua dari kanan) bersama tim di acara Expo iB (Islamic Banking) Vaganza 2019 di Plaza Medan Fair, yang berlangsung 20 hingga 22 September 2019. 

TRIBUN-MEDAN.com-PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah Tbk (BTPN Syariah), di semester pertama 2019, berhasil mencatatkan pertumbuhan pembiayaan yang sehat sebesar 24 persen, menjadi 8,54 triliun dari Rp 6,87 triliun pada periode yang sama tahun 2018.

"Pertumbuhan ini turut sejalan dengan kemampuan bank menjaga kualitas kredit yang tercermin pada tingkat
rasio pembiayaan bermasalah Non Performing Financing (NPF) sebesar 1,34 persen, turun dibandingkan periode yang sama sebelumnya sebesar 1,65 persen (year on year)," ujar Direktur BTPN Syariah, Gatot Adhi Prasetyo.

Ia menjelaskan pertumbuhan yang sehat serta berkelanjutan ini adalah buah dari konsistensi perusahaan untuk
fokus melayani keluarga prasejahtera produktif sejak 2010.

"Kami terus fokus melayani keluarga prasejahtera produktif Indonesia. Bersama-sama, mengupayakan agar mimpi dan niat baik nasabah kami dapat terwujud lebih cepat dengan cara yang tepat," kata Gatot.

Diakuinya, hingga periode ini, total aset BTPN Syariah tumbuh 30 persen menjadi 13,94 triliun dari 10,73 triliun
(year on year). Dana Pihak Ketiga mencapai 8,88 triliun tumbuh 27 persen dari 7,02 triliun (year on year). Rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) berada di posisi 39,4 persen Laba bersih setelah pajak (NPAT) mencapai Rp 610 miliar, tumbuh 36% dari Rp 449 miliar (year on year).

"Bank juga berhasil meningkatkan efisiensi dalam mengoperasikan bisnis dimana beban operasional terhadap pendapatan operasional sebesar 60,4 persen, lebih rendah dari periode yang sama tahun sebelumnya 62,9 persen," ucap Gatot.

Ia mengatakan BTPN Syariah sampai saat ini menjadi satu-satunya bank di Indonesia yang memfokuskan diri
melayani keluarga prasejahtera produktif, yang biasa disebut 'unbankable'. Melayani segmen tersebut adalah tantangan sekaligus peluang. Karenanya, BTPN Syariah senantiasa membangun produk dan layanan yang paling tepat sesuai kebutuhan mereka.

Dengan hanya memiliki 25 cabang di seluruh Indonesia, 41 Kantor Fungsional Operasional, namun bank memiliki hampir 12.000 karyawan yang melayani langsung ke sentra sentra nasabah di hampir 70 persen total kecamatan di Indonesia.

"Pola jemput bola ini bertujuan untuk mengajarkan empat perilaku unggul nasabah yaitu Berani Berusaha, Disiplin, Kerja Keras, dan Saling Bantu (BDKS), yang dilakukan oleh karyawan yang sebagian besar adalah lulusan SMA yang telah dilatih dengan tepat, sebagai Community Officer Bank," jelas Gatot.

Sebagai bank yang juga menghimpun dana, kata Gatot, saat ini, terdapat sekitar 20 ribu nasabah sejahtera
yang menempatkan dana mereka di BTPN Syariah. Nasabah pendanaan dilayani oleh personal banker profesional, dimana, hampir 100 persen dana yang ditempatkan disalurkan kepada keluarga prasejahtera produktif yang mencapai 3,6 juta nasabah aktif (total penerima pembiayaan sejak 2010 telah mencapai lebih dari 5 juta).

"Perubahan dampak sosial nasabah juga diukur setiap tahunnya, diantaranya probabilitas kembali ke garis prasejahtera, penurunan persentase anak bersekolah, peningkatan kemampuan mencicil pembiayaan dan menabung. Ini menunjukan program pembiayaan BTPN Syariah memberikan dampak untuk peningkatan pendapatan keluarga prasejahtera," ujarnya. (nat/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved