Singapura Tawarkan Bantuan Padamkan Karhutla, KLHK: Kita kan Malu kalau Minta Bantuan Negara Lain

"Semua sudah gerak. Nanti kalau kita minta bantuan, kita dilecehkan lagi, 'ah gitu aja minta bantuan...'.

Singapura Tawarkan Bantuan Padamkan Karhutla, KLHK: Kita kan Malu kalau Minta Bantuan Negara Lain
AFP
Singapura Tawarkan Bantuan Padamkan Karhutla, KLHK: Kita kan Malu kalau Minta Bantuan Negara Lain. Singapura diselimuti kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan di Indonesia 

#Singapura Tawarkan Bantuan Padamkan Karhutla, KLHK: Kita kan Malu kalau Minta Bantuan Negara Lain

TRIBUN-MEDAN.COM - Pemerintah Indonesia berkukuh untuk memadamkan kebakaran hutan sendiri dengan alasan 'tidak mau dilecehkan' serta menyatakan punya cukup personil pemadam, meski pemerintah Malaysia dan Singapura telah menyatakan siap membantu.

Seperti diberitakan beberapa media Malaysia, Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad, mempertanyakan alasan pemerintah Indonesia yang tidak mau menerima bantuan Malaysia untuk memadamkan kebakaran hutan di Indonesia (19/09).

Asap dari kebakaran hutan, yang terjadi di enam provinsi di Indonesia, telah menyeberang ke Malaysia dan Singapura dan mengganggu aktivitas masyarakat di dua negara itu.

Sebelumnya, pemerintah Singapura juga mengklaim sudah menawarkan bantuan ke Indonesia.

Apalagi Singapura akan menggelar balap jet darat Formula One Minggu (22/9/2019).

"Ah gitu aja minta bantuan"
Dalam akun Facebook resminya, Menteri Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Air Singapura Masagos Zulkifli mengatakan ia telah berkomunikasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indonesia untuk menawarkan bantuan untuk memadamkan api.

"Kami telah menawarkan bantuan teknis pemadaman kebakaran ke Indonesia dan siap membantu jika diminta oleh pemerintah Indonesia, seperti yang kami lakukan pada tahun 2015," ujar Zulfikli.

Meski begitu, juru bicara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Jati Witjaksono, mengatakan Indonesia tengah menjaga martabatnya dengan tidak meminta bantuan negara lain.

Halaman
1234
Editor: Tariden Turnip
Sumber: bbc
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved