2 Pejabat Pemprov Dinonaktifkan oleh Gubernur Edy, Diminta Fokus Urus Uang Hilang Rp1,6 Miliar

Raja Indra Saleh bersama Kepala Bidang (Kabid) Bidang Pengelola Anggaran Puad Perkasa dinonaktifkan dari jabatan.

2 Pejabat Pemprov Dinonaktifkan oleh Gubernur Edy, Diminta Fokus Urus Uang Hilang Rp1,6 Miliar
Tribun Medan / Satia
Plt Kepala BPKAD Sumut Raja Indra Saleh 

TRIBUN MEDAN.com - Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Raja Indra Saleh dinonaktifkan dari jabatannya.

Ia diperintahkan untuk fokus menyelesaikan persoalan raibnya uang milik Pemprov Sumut senilai Rp 1,6 miliar di parkiran kantor Gubernur.

Raja Indra Saleh bersama Kepala Bidang (Kabid) Bidang Pengelola Anggaran Puad Perkasa dinonaktifkan dari jabatan.

Kini Plt BPKAD dijabat oleh Kepala Disdukcapil Sumut Ismael Sinaga.

Plt Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Abdullah Khair Harahap membenarkan kabar penonaktifan dua pejabat di BPKAD tersebut. Tetapi, kedua orang ini kata dia hanya dinonaktifkan sementara saja dari jabatannya.

"Ya, mereka berdua dinonaktifkan sementara karena difokuskan untuk menyelesaikan masalah itu (uang hilang)," ucapnya melalui sambungan telepon genggam, Senin (23/9/2019).

Selain kedua orang itu, ada satu pegawai lagi di-nonjobkan.

"Ada satu lagi yang dinonaktifkan satu lagi.

Jadi mereka ada tiga orang lah," jelasnya.

Raibnya uang miliaran rupiah dari pelataran kantor gubernur itu kian makin tidak jelas ujungnya atau buram.

Halaman
1234
Penulis: Satia
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved