Kejari Medan Usut 5 Kasus Korupsi di Pemko Medan dan BUMN

"Kami tidak diam, hanya masih tahapan penyelidikan sehingga belum waktunya untuk kami ekspos," kata Kajari Medan Dwi Harto.

Kejari Medan Usut 5 Kasus Korupsi di Pemko Medan dan BUMN
Tribun Medan/Victory Arrival Hutauruk
Kajari Medan Dwi Harto dan Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Medan Sofyan Hadi saat Coffee Morning di Hotel Santika, Medan, Senin (23/9/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com - Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan tengah mengusut lima kasus dugaan korupsi yang ada di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) dan BUMN di Kota Medan.

Kajari Medan Dwi Harto membenarkan salah satu yang tengah diusut adalah dugaan korupsi Lapangan Barosokai bersumber dari APBD Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan Medan tahun 2017 yang berpotensi hingga Rp15 miliar.

"Saat ini sedang ada lima kasus dugaan korupsi yang tengah dalam penyelidikan. Benar diantara lima kasus ini salah satuny korupsi Lapangan Barosokai. Dari perkiraan kita potensi kerugian negara berkisar Rp 15 miliar," ungkapnya dalam acara Coffee Morning di Hotel Santika, Medan, Senin (23/9/2019).

Dwi menegaskan di bulan depan pihaknya akan segera menaikkan tahapan dari penyelidikan menjadi penyidikan.

"Sekarang sudah tahap penyelidikan terkait tindak pidana korupsi. Bulan depan seandainya waktunya sudah cukup, keterangan ahli sudah kita peroleh ada beberapa kasus yang akan kami masuk ke penyidikan. Nanti setelay penyidikan saya jelaskan kasusnya seperti apa," tegasnya.

Menurutnya, nama-nama para tersangka korupsi akan segera diberikan bila sudah memasuki tahap penyidikan.

"Nanti setelah penyidikan kasus seperti apa, kalau perlu calon tersangkanya siapa, sudah bisa kami berikan. Yang jelas kami tidak diam, hanya masih tahapan penyelidikan sehingga belum waktunya untuk kami ekspos," pungkasnya.

Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Medan Sofyan Hadi mengakui adanya kendala pemeriksaan terhadap para saksi dalam penyelidikan karena ada yang berada di luar kota.

"Pada 2019 ini kita upayakan akan ada ekspos karena ada beberapa kendala. Memang diluar perkiraan kita kendala itu. Artinya ada yang diperiksa dia tidak ada ditempat bahkan tidak ada di Indonesia, itu salah satu dinamikanya," tutup Sofyan.

Seperti diketahui, anggaran yang digunakan untuk membeli lahan Lapangan Barosokai bersumber dari APBD Dinas TRTB Medan tahun 2017, untuk ruang terbuka hijau Kota Medan sebesar Rp100 miliar.

Pembayaran uang Rp15,7 miliar dari APBD 2017 sebesar Rp100 miliar itu dilakukan Pemko Medan kepada Wilson Chandra pada tahun 2018.

(vic/tribun-medan.com)

Penulis: Victory Arrival Hutauruk
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved