68 Orang Preman dan Pelaku Pungli di Langkat Ditangkap, 5 Orang Jadi Tersangka

Lima orang ditetapkan sebagai tersangka dan 63 orang lainnya hanya mendapat peringatan dan pembinaan di Mapolres Langkat.

68 Orang Preman dan Pelaku Pungli di Langkat Ditangkap, 5 Orang Jadi Tersangka
Dok. Polres Langkat
Puluhan pelaku premanisme dan pungli ditangkap Satreskrim Polres Langkat dari sejumlah lokasi di Langkat. 

TRIBUN-MEDAN.com - Sebanyak 68 orang ditangkap oleh Polres Langkat karena diduga sebagai pelaku premanisme dan pungutan liar.

Lima orang ditetapkan sebagai tersangka dan 63 orang lainnya mendapat peringatan dan pembinaan di Mapolres Langkat.

"Mereka kami amankan dari sejumlah lokasi. Penindakan untuk menciptakan rasa aman kepada masyarakat di wilayah Kabupaten Langkat. Polres Langkat komitmen untuk melakukan penindakan terhadap para pelaku pemerasan mau pun pungli," kata Kapolres Langkat AKBP Doddy Hermawan, Selasa (24/9/2019).

Kasat Reskrim Polres Langkat, AKP Teuku Fathir Mustafa menjelaskan, pelaku premanisme dan pungli ditangkap karena meminta uang pada para sopir truk, pedagang, atau pungli dengan modus perbaikan jalan yang meresahkan masyarakat.

Baca: Kronologi Anggota DPRD yang Baru Terpilih Ini tak Terluka saat Dibacoki Preman, Hanya Jaketnya Koyak

Baca: Terdakwa Cium Tangan dan Minta Maaf pada Keluarga Korban Pabrik Mancis Meledak

"Modus yang mereka lakukan mengambil pungutan liar dengan meminta ke mobil-mobil yang lewat, truk yang melintas, memeras toko-toko, parkir liar, hingga modus meminta sumbangan liar perbaikan jalan," jelasnya.

Lima orang yang ditetapkan tersangka telah ditahan karena cukup bukti unsur pemerasan. Mereka mendatangi korban dan mengaku sebagai dari Polda Sumut membawa korbannya lalu meminta tebusan uang.

"Kami lakukan proses penyidikan dan pelaku kami lakukan penahanan karena modus yang mereka lakukan yaitu pemerasan dengan pengancaman mengaku personel Polda Sumut," ungkapnya.

Kapolres Langkat AKBP Doddy Hermawan menyampaikan pesan-pesan Kamtibmas kepada masyarakat. Katanya, salah satu kendala besar dalam memberantas tindakan premanisme dan pungli adalah masyarakat enggan untuk melaporkan dikarenakan takut terhadap pelaku dan kelompoknya.

"Kami Polri menjamin keselamatan dan keamanan seluruh masyarakat sehingga tidak perlu takut, kami akan berantas segala bentuk tindakan premanisme dan pungli di Bumi Bertuah Langkat," pungkasnya. (dyk/tribun-medan.com)

Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved