Korban Sempat Ancam Tikam Tersangka karena Menolak Kencan, Rekonstruksi Pembunuhan Pestol Purba

Para tersangka menganiaya korban secara bersama-sama menggunakan kayu, batu, senapan angin, dan tangan kosong.

Korban Sempat Ancam Tikam Tersangka karena Menolak Kencan, Rekonstruksi Pembunuhan Pestol Purba
Youtube.com
Rekonstruksi pembunuhan Dahlan Purba alias Pestol. 

TRIBUN-MEDAN.COM, DAIRI - Polres Dairi menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan sadis anggota salah satu LSM di Kabupaten Dairi, Dahlan Purba (46) alias Pestol, Senin (25/9/2019).

Sejumlah fakta diketahui. Mulai dari perkataan korban kepada salah satu tersangka perempuan, yakni Medhy Lestari boru Aritonang, hingga cara para tersangka menghabisi korban.

Polisi menghadirkan lima tersangka, masing-masing bernama Medhy Lestari br Aritonang (23), Raden Benardo Saragih (23), Roy Wiranata Aritonang (31), Nico Chandra Naibaho (22), dan Herin Fernando Sihotang (30). Kelimanya memeragakan 29 adegan.

Para tersangka menganiaya korban secara bersama-sama menggunakan kayu, batu, senapan angin, dan tangan kosong.

"Total tersangka pelaku pembunuhan sebetulnya berjumlah enam orang. Satu di antaranya, yaitu Ranto Saragih, masih buron. Perannya digantikan anggota kita," ujar Kaur Bin Ops Sat Reskrim Polres Dairi, Iptu Hotman Purba yang ditemui Tribun Medan saat rekonstruksi berlangsung.

Dalam rekonstruksi terungkap, peristiwa bermula saat korban, Dahlan Purba alias Pestol minum tuak di pakter tuak, Dusun Hutari, Desa Bintang Mersada, Kecamatan Sidikalang, Kabupaten Dairi, Minggu (8/9/2019) mulai sekitar pukul 21.00 WIB.

Baca: Dahlan alias Pestol Purba Tewas Dikeroyok 6 Orang, 4 Pelaku Sudah Ditangkap dan 2 Kabur, Ini Namanya

Baca: Rekonstruksi Terbunuhnya Dahlan Purba, Korban Awali Pertikaian karena Kesal Ajakan Kencan Ditolak

Tonton Videonya di sini:

Pada saat itu juga, keenam tersangka minum tuak di pakter tersebut.

Lantaran sudah saling kenal, korban memanggil tersangka Medhy Lestari br Aritonang untuk menemaninya.

Beberapa saat kemudian, korban memberi uang Rp 200 ribu kepada Medhy seraya membelikan rokok.

Sebagai bentuk terima kasih, tersangka Medhy menyanyikan tembang-tembang kesukaan korban.

Halaman
1234
Penulis: Dohu Lase
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved