Breaking News:

Korban Sempat Ancam Tikam Tersangka karena Menolak Kencan, Rekonstruksi Pembunuhan Pestol Purba

Para tersangka menganiaya korban secara bersama-sama menggunakan kayu, batu, senapan angin, dan tangan kosong.

Penulis: Dohu Lase |
Youtube.com
Rekonstruksi pembunuhan Dahlan Purba alias Pestol. 

Selanjutnya, sekitar pukul 22.30 WIB, korban mengajak Medhy pulang, tetapi ditolak.

Lantaran korban yang sudah mabuk berat terus-menerus mendesak, Medhy akhirnya menuruti, dengan syarat mengendarai sepeda motor masing-masing.

Setelah berjalan sejauh kira-kira 100 meter dari pakter, korban menghentikan laju sepeda motor dan mengutarakan niatnya kepada Medhy.

Korban mengajak tersangka Medhy kencan.

"Sama kita tidur malam ini," ujar korban sebagaimana dipraktikkan pemeran pengganti.

Medhy sontak menolak. Hal itu membuat korban naik pitam. Ia pun menghunuskan tang berpisau, dari laci sepeda motor maticnya, ke perut Medhy.

"Kutikamkan perutmu pakai ini," ujar korban lagi.

Ketakutan, Medhy pura-pura mengiyakan dan berkata pada korban untuk mengembalikan sepeda motor yang dikendarainya ke pakter tuak.

"Iya, sudah. Sama kita malam ini, tetapi balik dulu kita ke kedai. Biar aku pulangkan kereta ini," ujar Medhy kepada korban saat rekonstruksi.

Sesampainya di pakter tuak, Medhy bercerita kepada teman-temannya, yaitu lima tersangka lain, perihal yang dia alami dan meminta tolong.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved