OTT KPK - Dirut Perum Perikanan Dipenjarakan KPK, Reaksi Menteri Susi, 3 Bos Perindo Ditangkap

OTT KPK - Dirut Perum Perikanan Dipenjarakan KPK, Reaksi Menteri Susi, 3 Bos Perindo Ditangkap

Tayang:
Editor: Salomo Tarigan
Tribunnews.com/Ilham Rian Pratama
OTT KPK - Dirut Perum Perikanan Dipenjarakan KPK, Reaksi Menteri Susi, 3 Bos Perindo Ditangkap 

OTT KPK - Dirut Perum Perikanan Dipenjarakan KPK, Reaksi Menteri Susi, 3 Bos Perindo Ditangkap

TRIBUN-MEDAN.com - OTT KPK - Dirut Perum Perikanan Dipenjarakan KPK, Reaksi Menteri Susi, 3 Bos Perindo Ditangkap.

//

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Direktur Utama Perum Perikanan Indonesia Risyanto Suanda yang terjaring operasi tangkap tangan terkait kasus suap kuota impor ikan.

Baca: LOWONGAN KERJA CPNS: Tata Cara Penaftaran CPNS 2019 di 108 Lokasi, Jangan Ketinggalan Info CPNS BKN

Baca: Alasan Saut Situmorang Batal Mundur dari Pimpinan KPK Akhirnya Terungkap, Ibu Basaria Bilang . . .

Selaon Risyanto, KPK juga menahan Direktut PT Navy Arsa Sejahtera Mujib Mustofa yang terjaring dalam kasus yang sama.

"Penahanan selama 20 hari pertama," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Selasa (24/9/2019) malam kemarin.

Baca: Maia Estianty - Curhat Bunda Maia Setelah Dibilang Hamil, soal Usia Tanya Suami Irwan Mussry, Video

Baca: 5 Trik Whatsapp Belum Banyak Diketahui, Kirim Pesan WA tanpa Sentuh Ponsel hingga Ubah Font Whatsapp

Febri menuturkan, Mujib ditahan di Rutan Polres Metro Jakarta Selatan sedangkan Risyanto ditahan di Rutan Pomdam Jaya Guntur.

Adapun keduanya dibawa ke tahanan pada Selasa malam kemarin. Keduanya tak mengucapkan sepatah kata pun kepada wartawan saat meninggalkan Gedung Merah Putih KPK.

Diberitakan sebelumnya, KPK menetapkan Dirut Perum Perindo Risyanto Suadi dan Direktur PT Navy Arsa Sejahtera Mujib Mustofa terkait kuota impor ikan jenis frozen pacific mackerel atau ikan salem.

Baca: Insomnia- 6 Cara Mengatasi Penyakit Tidur Insomnia tanpa Konsumsi Obat Tidur, Terbukti Secara Ilmiah

Dalam kasus ini, Risyanto diduga menerima uang suap senilai Rp 1.300 dari setiap kilogram ikan salem yang diimpor PT Navy Arsa Sejahtera (PT NAS).

Adapun Risyanto menjanjikan kuota impor kepada PT NAS sebanyak 250 ton pada Mei 2019 dengan tambahan 500 ton untuk Oktober 2019 mendatang.

OTT KPK Terbaru: Tanggapan Menteri Susi, 3 Bos Perindo & 6 Pihak Swasta Ditangkap terkait Impor ikan

TRIBUN-MEDAN.Com - OTT KPK Terbaru: Tanggapan Menteri Susi, 3 Bos Perindo & 6 Pihak Swasta Ditangkap terkait Impor ikanDalam op.

//

Operasi tangkap tangan ( OTT) yang berlangsung di Jakarta dan Bogor, Senin (23/9/2019), tim Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) mengamankan uang 30.000 dollar AS atau lebih dari Rp 400 juta sebagai barang bukti.

Baca: Messi Pemain Terbaik Dunia FIFA 2019 dan Kiper Liverpool Alisson Becker Kiper Terbaik Dunia

Dalam OTT ini, KPK mengamankan 9 orang.

Tiga dari 9 orang itu merupakan jajaran direksi dari Perum Perindo.

Sisanya, pegawai Perum Perindo dan pihak swasta. 

Baca: Inilah Sosok Suami dan Anak Pedangdut Nella Kharisma yang Dikabarkan Mendapat Honor Rp 1 Miliar

Diduga, ada transaksi terkait impor ikan antara Perum Perindo dan pihak swasta.

"Diduga uang ini merupakan fee jatah kuota impor ikan jenis tertentu yang diberikan Perum Perindo pada pihak swasta, salah satu jenis ikan yang teridentifikasi saat ini adalah ikan jenis frozen pacific mackerel atau ikan salem," ujar Wakil Ketua KPK Laode M Syarif, Senin.

Kini, KPK memeriksa intensif pihak-pihak yang diamankan di Kantor KPK, Jakarta.

"Sesuai dengan hukum acara yang berlaku, KPK diberikan waktu paling lama 24 jam untuk menentukan status hukum perkara ini dan status hukum pihak-pihak yang diamankan," ucap Laode. 

Diapresiasi Menteri Susi

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengapresiasi operasi tangkap tangan yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi pada Senin (23/9/2019) malam.

"Saya menghargai OTT KPK, karena impor ikan tidak sejalan dengan interest KKP," kata Susi Pudjiastuti di New York, Amerika Serikat, Senin (23/9/2019).

Susi mengatakan, KKP memberikan apresiasi karena berharap industri dapat menyerap ikan hasil tangkapan nelayan.

"Kami menginginkan, industri menyerap hasil nelayan, ikan terbuang, ikan jatuh harga itu tidak terjadi. Saya curiga ada pemburuan rente untuk impor ikan itu," tutur Susi.

Susi pun menegaskan bahwa OTT yang dilakukan KPK sesuai dengan upaya KKP terkait peningkatan tangkapan nelayan. 

"Kami tidak dalam upaya mendukung impor. Tangkapan kita banyak," ujar Susi.

"Saya kaget kalau mereka impor. Impor menjatuhkan harga nelayan, kecuali impor untuk dieskpor ulang," tuturnya.

KPK melakukan OTT di Bogor dan Jakarta. Dalam OTT ini, KPK mengamankan 9 orang.

Tiga dari 9 orang itu merupakan jajaran direksi dari Perum Perindo. Sisanya, pegawai Perum Perindo dan pihak swasta.

Menurut Wakil Ketua KPK Laode M Syarif, diduga terjadi suap terkait kuota impor ikan.

"Diduga uang ini merupakan fee jatah kuota impor ikan jenis tertentu yang diberikan Perum Perindo pada pihak swasta, salah satu jenis ikan yang teridentifikasi saat ini adalah ikan jenis frozen pacific mackerel atau ikan salem," ujar Wakil Ketua KPK Laode M Syarif, Senin.

Baca: Pelatih Liverpool Juergen Klopp Terpilih Menjadi Pelatih Terbaik Dunia FIFA 2019

Baca: Kesaksian Warga soal Iron (Samaran) yang Ngekos 2 Bulan, Ternyata Densus 88 yang Intai Teroris

Tautan Artikel KOMPAS.com  dan Kpk Tahan . . .

Baca: Maia Estianty - Curhat Bunda Maia Setelah Dibilang Hamil, soal Usia Tanya Suami Irwan Mussry, Video

Baca: LOWONGAN KERJA CPNS: Tata Cara Penaftaran CPNS 2019 di 108 Lokasi, Jangan Ketinggalan Info CPNS BKN

OTT KPK - Dirut Perum Perikanan Dipenjarakan KPK, Reaksi Menteri Susi, 3 Bos Perindo Ditangkap

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved