TRIBUNWIKI

Pedasnya Ayam Pecak Joko Moro, Banyak Dikunjungi Warga Medan

Dengan sajian satu porsi ayam goreng yang dilumuri sambal khas Pecak Joko Moro di atas piring. Hal ini sangat menggugah selera.

Pedasnya Ayam Pecak Joko Moro, Banyak Dikunjungi Warga Medan
Tribun Medan/Aqmarul Akhyar
Warung Ayam Pecak Joko Moro di Jalan Gatot Subroto, Kota Medan, Rabu (25/9/2019) 

TRIBUN-MEDAN.com - Beberapa waktu lalu, Ayam Penyet menjadi idola di Kota Medan, namun bergeser ke Ayam Geprek. Nah, saat ini Ayam Pecak yang menjadi bahan perbincangan dan diburu masyarakat Medan, hari Rabu (25/9/2019).

Hal ini terbukti, dari tingkat keramaian pengunjung yang memesan menu Ayam Pecak di Ayam Pecak Joko Moro. Satu di antara pengunjung, Angga mengatakan bahwa Ayam Pecak yang membuat ketagihan ialah rasa pedas dari sambalnya. Maka, wajar saja banyak yang memburu Ayam Pecak di Joko Moro.

Dengan sajian satu porsi ayam goreng yang dilumuri sambal khas Pecak Joko Moro di atas piring. Hal ini sangat menggugah selera, dan terasa nikmat bila disantap dengan nasi putih yang hangat.

Sambal pecaknya sangat begitu lezat dan rasanya begitu mengigit di lidah. Ketika nasi bercampur ayam serta sambal pecak, maka terasa banget cabai pecak dengan kombinasi rasa bawang merah dan cabai hijau yang bercampur tomat.

Namun, sambal di Joko Moro ini ada dua jenis, yaitu sambal pecak dan sambal terasi. Sambal pecak untuk ayam goreng, bebek goreng, ikan goreng atau yang berkaitan dengan menu yang digoreng.

Sementara, untuk sambal terasi dipakai untuk ayam pangang, ikan panggang, bebek pangang atau yang berkaitan denga menu yang dipangang atau dibakar.

Untuk harga ayam Pecak Joko Moro ini dibandrol senilai Rp 15 ribuan untuk satu porsi Ayam Pecak. Kemudian, satu porsi nasi dibandrol senilai Rp 5000. Namun untuk menu lainnya seperti Ikan Gurame, Belut, Seafood, Bebek, dibandrol sekitar dari harga Rp 15 ribuan sampai Rp 31 ribuan.

Menurut Koki Cabang Ayam Pecak Joko Moro Jalan Gatot Subroto, Rudi mengatakan bahwa Ayam Pecak Joko Moro sudah ada delapan tahun silam di Kota Binjai. Kota yang terkenal dengan hasil buah Rambutannya. Di Kota Medan Ayam Pecak Joko Moro ada semenjak tahun 2018 bulan Nobember.

Ayam Pecak ini pusatnya di Kota Binjai, namun di Kota Medan sudah ada enam cabang. Dari dua cabang yang terletak di kawasan Jalan SM Raja, Jalan Brigjen Katamso, Jalan Gajah Mada, Helvetia dan Jalan Gatot Subroto (Gatsu).

Untuk cabang Ayam Pecak Joko Moro Jalan Gatsu, setiap harinya menghabiskan 280 porsi Ayam Pecak. Nah, ini belum termasuk Ikan, seafood dan menu lainnya. Akan tetapi yang paling favorit dan paling laris ialah Ayam Pecak. Ayam Pecak Joko Moro ini memakai bahan ayam poton tidak ayam kampung.

Selanjutnya, Ayam Pecak Joko Moro kabarnya merupakan masakan khas Jawa Barat atau Bandung. Untuk pemilik Ayam Pecak tersebut yaitu Pak Yanto warga Kota Binjai, berdasarkan informasi dari Kokinya.

Kemudian, setiap harinya Ayam Pecak Joko Moro beroperasional dari pukul 16.00 WIB sampai pukul 24.00 WIB. Namun hari libur buka pada pukul 17.00 WIB.

Biasanya yang meramaikan, Ayam Pecak Joko Moro ini merupakan semua kalangan. Akan tetapi, lebih dominan pengunjungnya ialah orang kantoran yang baru pulang kerja.

Narasumber:
Rudi sebagai Koki Ayam Pecak
Angga sebagai pengunjung

(cr22/Tribun-medan.com)

Penulis: Aqmarul Akhyar
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved