Daging Ayam dan Bawang Merah Dorong Penurunan Inflasi di Sumut
Harga daging ayam ras turun dipengaruhi oleh penurunan permintaan pada HBKN Idul Adha sementara pasokan cukup melimpah.
Penulis: Septrina Ayu Simanjorang |
TRIBUN-MEDAN.com,KARO - Inflasi bulanan Agustus 2019 Sumut menurun dari bulan sebelumnya dipengaruhi koreksi harga daging ayam ras dan bawang merah di tengah masih tingginya harga aneka cabai. Inflasi Sumut Agustus 2019 tercatat 0,18% (mtm), menurun dibandingkan bulan sebelumnya 0,88% (mtm).
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Wilayah Sumatera Utara Wiwiek Sisto Widayat mengatakan penurunan inflasi didorong oleh deflasi daging ayam ras dan bawang merah. Harga daging ayam ras turun dipengaruhi oleh penurunan permintaan pada HBKN Idul Adha sementara pasokan cukup melimpah.
"Koreksi ke bawah harga bawang merah sejalan dengan melimpahnya pasokan dari Aceh dan Jawa Tengah. Di satu sisi, cabai merah masih mengalami inflasi meskipun sudah mereda dibandingkan bulan sebelumnya," ujarnya pada Pelatihan dan Gathering Wartawan Kota Medan tahun 2019 di Taman Simalem Resort, Merek, Tanah Karo Kamis (26/9/2019)
Inflasi di tahun 2019 didorong oleh inflasi bahan makanan terutama komoditas cabai merah yang inflasinya presisten tinggi dan menjadi penyumbang inflasi utama sejak Maret 2019.
Produksi cabai merah menurun didorong oleh pergeseran jadwal tanam. Kemarau yang terjadi pada Februari - April 2019 serta harga yang sangat rendah pada bulan - bulan sebelumnya mendorong petani mengalihfungsikan lahannya untuk tanaman lain.
Dikatakannya, bahwa Inflasi 2018 1,23% (yoy), dan Inflasi 2019p 5,29% – 5,79% (yoy). Dimana Wiwiek menyebutkan penyebab utama tingginya inflasi karena peningkatan permintaan secara umum seiring dengan penyelenggaraan event besar seperti Pemilu dan beberapa program pariwisata daerah.
"Kemudian tendensi peningkatan harga emas di pasar global juga akan turut mendorong kenaikan harga komoditas emas perhiasan," katanya.
Untuk menekan inflasi di Sumut maka pihaknya melakukan rencana pelaksanaan KPSH (Ketersediaan Pasokan Stabilisasi Harga) oleh BULOG sepanjang tahun, Pasar Murah oleh TPID di bulan Ramadhan.
"Penetapan HET pada komoditas tertentu seperti gula pasir untuk menjaga kestabilan harga. Kemudian tarif cukai rokok, tarif listrik dan tarif angkutan kota, harga BBK/BBM yang stabil di tahun 2019 sehingga dapat mendorong ekspektasi harga semakin terkendali," ujarnya.
Dikatakannya, inflasi juga disebabkan fluktuasi harga pangan, khususnya hortikultura yang rentan terhadap kondisi cuaca dengan proses distribusi yang belum optimal. Kemudian harga tiket pesawat berisiko dalam tren yang kembali meningkat terutama memasuki periode akhir tahun (peak season).
"Selain itu kita juga akan memperhatikan terkait perbaikan harga minyak dunia yang perlu diwaspadai karena akan memengaruhi penyesuaian harga bahan bakar domestik," pungkasnya. (cr18/tribun-medan. com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/26042019_sidak_bahan_pokok_danil_siregar-2.jpg)