Panglima TNI dan Wiranto Angkat Bicara soal Insiden Marinir vs Polisi di Wisma Pati TNI AL

Menkopolhukam Wiranto dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto angkat bicara soal insiden di Wisma Panglima Tinggi TNI Angkatan Laut Lumba-Lumba.

TribunJakarta/Muhammad Rizki Hidayat
Massa menembakkan petasan ke arah aparat kepolisian, Rabu (25/9/2019). 

Reaksi Panglima TNI dan Wiranto Terkait Insiden Marinir vs Polisi di Wisma Pati TNI AL

TRIBUN MEDAN.com - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto angkat bicara soal insiden di Wisma Panglima Tinggi TNI Angkatan Laut Lumba-Lumba di Jakarta, Rabu (25/9/2019) malam.

Insiden di Wisma Panglima Tinggi TNI AL Lumba-Lumba terekam dalam kamera video, dan beredar viral di media sosial.

Terlihat di video, sejumlah aparat kepolisian dan anggota Marinir terlibat adu mulut. Teriakan demi teriakan pun terdengar jelas dalam rekaman tersebut.

Kendati demikian, Wiranto dan Hadi Tjahjanto kompak menepis isu adanya bentrokan TNI versus Polri.

Hadi Tjahjanto mengatakan, dalam video yang viral di media sosial soal demonstran di wisma tersebut, memang terlihat adanya cekcok antara sejumlah aparat Kepolisian dan Marinir.

Baca: Hari Ini dalam Sejarah: Garuda Indonesia Jatuh di Deli Serdang, 234 Orang Meninggal

Baca: Evakuasi Pesawat Tergelincir di Bandara Kualanamu, 2 Orang Tewas, ternyata . . .

Baca: Hubungan Inses Ibu Setubuhi Dua Anaknya, Terungkap Dilakukan Dua Bulan Terakhir Akibat Hal Ini

Menurut dia, peristiwa yang terjadi sebenarnya adalah anggota Marinir membantu aparat kepolisian untuk memukul mundur para demonstran mahasiswa yang melarikan diri ke area Wisma Pati TNI AL Lumba-Lumba.

"Anggota TNI, khususnya Marinir di Wisma Lumba-Lumba justru membantu mengusir para pendemo, keluar, dan memukul mundur sampai ke Bendungan Hilir," ujar Hadi dalam konferensi pers di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Kamis (26/9/2019).

Dalam konferensi pers tersebut, hadir pula Menko Polhukam Wiranto, Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, dan Kepala BSNN Hinsa Siburian.

"Justru prajurit marinir mampu menyelesaikan permasalahan dengan menghalau para demonstran sampai ke Senayan atau Bendungan Hilir. Sesuai dengan UU, demonstran tidak boleh masuk ke instansi militer," imbuh Panglima TNI.

Baca: Akhirnya Presiden Jokowi Muncul Sikapi Gelombang Demo Mahasiswa, Bicara soal Jaga Demokrasi

Baca: Diduga Tertembak, Mahasiswa Tewas Akibat Luka di Dada Saat Pecah Bentrokan dengan Polisi di Kendari

Halaman
123
Editor: Juang Naibaho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved