Dalam 48 Jam Pengamanan Unjuk Rasa, Dua Pemuda Diamankan, 39 Pelajar Diberi Pembinaan

kedua tersangka diamankan setelah mahasiswa yang tengah melakukan aksi unjuk rasa melaporkan adanya kehadiran sosok dua pemuda

Dalam 48 Jam Pengamanan Unjuk Rasa, Dua Pemuda Diamankan, 39 Pelajar Diberi Pembinaan
TRIBUN MEDAN/MUSTAQIM INDRA JAYA
Kapolres Asahan, AKBP Faisal F Napitupulu memberikan pengarahan kepada 39 orang pelajar yang berhasil terjaring akan melakulan aksi unjuk rasa di Kota Kisaran, Jumat (27/9/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com, KISARAN - Polres Asahan mengamankan dua orang pria saat unjuk rasa berlangsung di kantor DPRD Asahan, Kamis (26/9/2019) kemarin.

Keduanya adalah Alfian Erlangga (18) warga Air Joman, Asahan dan Muhammad Azhar (18) warga Teluk Nibung, Tanjungbalai.

Kapolres Asahan, AKBP Faisal F Napitupulu menyebutkan, kedua tersangka diamankan setelah mahasiswa yang tengah melakukan aksi unjuk rasa melaporkan adanya kehadiran sosok dua pemuda yang tidak dikenal berada dalam barisan massa.

"Dua orang ini merupakan penyusup dalam aksi mahasiswa. Setelah adik-adik mahasiswa melaporkan kepada kami, bahwa ada dua orang bukan mahasiswa. Sehingga kami amankan," kata Faisal, Jumat (27/9/2019).

Setelah diamankan, ternyata kedua tersangka diketahui turut membuat ujaran kebencian terhadap kepolisian. Dan coba memviralkan melalui media sosial.

"Tersangka Azhar membuat ujaran kebencian di rambutnya, dan juga di handphone milik temannya Alfian. Motivasi pelaku karena ketidaksukaan pada pihak kepolisian," ungkap Faisal.

Akibat tindakan tersebut, para tersangka dikenakan UU ITE.

Selain itu, Polres Asahan turut mengamankan 39 orang pelajar yang hendak melakukan unjuk rasa di Kabupaten Asahan. Mereka ditangkap dari berbagai lokasi di Kota Kisaran pada Jumat (27/9/2019).

"Mayoritas mereka ini bolos sekolah. Bahkan ada datang yang dari Tanjungbalai. Hasil pemeriksaan mereka ini termakan hoax dari media sosial," ujar Faisal.

Para pelajar yang terjaring selanjutnya didata dan akan diserahkan kepada pihak sekolah maupun keluarga masing-masing.

"Usai didata, 39 orang pelajar ini akan dipulangkan kepada orang tua dan pihak sekolah supaya diberi pembinaan," sebut mantan Kapolres Nisel itu.

(ind/tribun-medan.com)

Penulis: Mustaqim Indra Jaya
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved