Presiden Jokowi Bungkam Ditanya Soal Penangkapan Aktivis Dandhy Laksono dan Ananda Badudu

Presiden Joko Widodo enggan berkomentar saat ditanya soal langkah kepolisian menangkap aktivis

Presiden Jokowi Bungkam Ditanya Soal Penangkapan Aktivis Dandhy Laksono dan Ananda Badudu
ANTARA FOTO/PUSPA PERWITASARI
Presiden Joko Widodo (kanan) meninggalkan ruangan usai meminta Mensesneg Pratikno (kiri) mengumumkan Pelaksana Tugas (Plt) Menpora di Istana Bogor, Jawa Barat, Jumat (20/9/2019). Presiden menunjuk Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Hanif Dhakiri sebagai Plt Menpora menggantikan Imam Nahrawi. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/pd. 

TRIBUN-MEDAN.com - Presiden Joko Widodo enggan berkomentar saat ditanya soal langkah kepolisian menangkap aktivis.

Ada dua aktivis yang ditangkap polisi semalam, yakni Dandhy Laksono dan Ananda Badudu.

Wartawan bertanya soal penangkapan itu kepada Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (27/9/2019).

Awalnya Jokowi bicara mengenai dua mahasiswa Universitas Halu Oleo, Kendari, yang meninggal dunia setelah melakukan aksi unjuk rasa di DPRD Sultra. Lalu Jokowi juga menyampaikan belasungkawa mengenai koran gempa di Ambon.

Kepala Negara juga sempat menjawab mengenai pertanyaan wartawan soal kemungkinan mengevaluasi Kapolri.

Namun Jokowi tak menjawab pertanyaan wartawan mengenai penangkapan aktivis. Ia langsung berbalik badan dan meminta Menteri Sekretaris Negara Pratikno yang berdiri di belakangnya untuk menjawab pertanyaan wartawan.

Setelah itu Jokowi langsung meninggalkan wartawan dan masuk ke Istana.

Sementara itu, Pratikno juga hanya menjawab singkat pertanyaan wartawan mengenai penangkapan Dandhy Laksono dan Ananda Badudu.

"Ya, saya akan komunikasikan dengan Pak Kapolri. Makasih ya," jawab Pratikno.

Polda Metro Jaya menangkap sutradara dan jurnalis Dandhy Dwi Laksono pada Kamis (26/9/2019) malam.

Halaman
12
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved