Terpidana Mati Efendi Salam Ginting Dituntut Hukuman 20 Tahun Penjara, Bolak-Balik Masuk Penjara

Terpidana mati Efendi Salam Ginting kembali dituntut 20 tahun penjara atas keterlibatan perederan sabu 8 kg.

Terpidana Mati Efendi Salam Ginting Dituntut Hukuman 20 Tahun Penjara, Bolak-Balik Masuk Penjara
Tribun Medan/Victory Arri val Hutauruk
Terpidana mati Efendi Salam Ginting (berkacamata) dituntut 20 tahun penjara atas keterlibatan dalam perederan sabu 8 kg. 

Efendi bukanlah orang baru lagi di dunia narkotika, informasi yang dihimpun Tribun, awalnya Efendi dijebloskan ke Lapas Tanjung Gusta Medan karena kasus tidak melaporkan tindak pidana narkoba pada 2014.

Di sel itu tersebut, Efendi bertemu dengan narapidana Tri (bekas polisi). Dari pertemuan itu Efendi mengeluh kekurangan uang.

Tri akhirnya meminjami uang ke Efendi dengan syarat bisa meloloskan sejumlah paket narkoba dari Malaysia.

Efendi langsung mengiyakan dan mengkoordinir komplotannya di luar penjara dan dalam Kurun 2015, sejumlah paket sabu masuk dari Malaysia ke Medan.

Pada Juni 2015, BNN mengendus pergerakan sabu tersebut dan akhirnya menangkap anak buah Efendi hingga akhirnya diadili dan akhirnya dihukum mati.

Dalam dakwaan, kasus ini berawal pada sekitar akhir bulan Februari 2019 Thomson Hutabarat Alias Boy yang sedang menjalani masa hukuman di Lapas Kelas I Tanjung Gusta Medan berencana untuk membeli sanu kepada Sam di Malaysia.

Kemudian Thomson bertemu dengan temannya sesama narapidana di Lapas Tanjung Gusta tersebut bernama Marianto Boy Sandi Kaban Alias Anto kemudian Thomson Hutabarat menugaskan Marianto Boy Sandi Kaban untuk memanggil Budiman Ginting Alias Diman yang juga narapidana di Lapas Tanjung Gusta tersebut.

"Setelah mereka bertemu di salah satu kamar Lapas tersebut kemudian Thomson memberi tugas kepada Budiman untuk menelepon Aldo Hamonangan Siboro alias Monang yang merupakan narapidana Lapas Narkotika Kelas II A Pematangsiantar," terang Jaksa Penunut Umum (JPU).

Kemudian Budiman menelepon dan menyampaikan pesan kepada Aldo apakah ada rencana mau pesan beli sabu kepada Thomson.

Lalu Thomson dan Aldo berbicara melalui hp, kemudian Aldo setuju untuk memesan membeli shabu sebanyak 1 Kg dengan harga sebesar Rp.450 juta.

Halaman
1234
Penulis: Victory Arrival Hutauruk
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved