Ombudsman Sumut Sarankan 40 Mahasiswa Tersangka Demo Anarkis Dibebaskan dengan Syarat

Pembebasan ini menurut ombudsman karena status para tersangka yang masih harus berkuliah, dan masih mempunyai masa depan yang panjang.

Ombudsman Sumut Sarankan 40 Mahasiswa Tersangka Demo Anarkis Dibebaskan dengan Syarat
Tribun Medan/Nanda Rizka Nasution
Kepala Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Sumatera Utara Abyadi Siregar. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Ombudsman RI Perwakilan Sumut meminta 40 mahasiswa yang berstatus tersangka dalam demo besar-besaran di DPRD Sumut dibebaskan, Selasa (24/9/2019)

Pembebasan ini menurut ombudsman karena status para tersangka yang masih harus berkuliah, dan masih  mempunyai masa depan yang panjang.

Namun polisi pun diminta menjalankan semua prosedur yang harus dilakukan polisi jika membebaskan para mahasiswa tersebut.

"Mari kita semua pihak memandang ini dengan mempertimbangkan berbagai aspek. Makanya, harus ada kesepakatan. Harus dihentikan dulu aksi aksi itu. Jangan pula nanti semua dibebaskan, tapi masih terjadi aksi lanjutan yang lebih parah. Sebaiknya jangan begitu," ujar Abyadi, Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumut, Sabtu (28/9/2019)

"Harus ada dulu jaminan tidak ada lagi aksi aksi yang bisa mengganggu kondusifitas. Setelah itu, bila bisa dipertimbangkan untuk mengembalikan anak anak ke kampus untuk kuliah. Anak anak ini harus diselamatkan masa depannya," tambahnya

Diluar hal positif yang dituntut para mahasiwa, Abyadi menuturkan keterlibatan pelajar/ siswa SMA/SMK dalam unjuk rasa tersebut membuatnya kecewa.

Untuk itu, ia mengajak seluruh pihak mulai dari orangtua hingga sekolah bisa menegaskan kepada anak atau murid-muridnya untuk tidak turun ke lapangan.

Apalagi beberapa diantara mereka justru tidak tahu apa yang ingin dituntut.

"Saya pikir, anak anak pelajar jangan dieksploitir untuk kepentingan kepentingan tertentu. Apalagi digiring giring atau ditarik tarik untuk ikut dalam aksi demo. Kasihan mereka," katanya

Ia mengatakan tidak sulit untuk meredam keterlibatan anak anak dalam aksi demo itu. Karena anak anak /pelajar masih sangat takut dan hormat pada guru gurunya.

Halaman
12
Penulis: Alija Magribi
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved