TRIBUNWIKI

Baru Enam Bulan Buka di Medan, Miel Coffee Sudah Dikenal hingga Eropa

Keunikan itu terletak pada konsep bangunan Kedai Kopinya. Konsep Kedai Kopinya dari tampak luar tidak memiliki papan nama.

Baru Enam Bulan Buka di Medan, Miel Coffee Sudah Dikenal hingga Eropa
Tribun Medan/Aqmarul Akhyar
Owner Miel Coffee, Hendrik Tanoto sedang membuat Coffee Hot Latte di Jalan Dazam Raya, Nomor 4, Petisah Tengah, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan, Sumatera Utara, Minggu (29/9/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com - Perkembangan Kedai Kopi di Kota Medan sangat pesat. Hal ini terbukti, sebab di setiap titik atau sudut Kota Medan terdapat Kedai Kopi. Oleh karena itu, Kedai Kopi juga menjadi destinasi wisatawan kota yang terkenal dengan oleh-oleh ikan asin teri nasinya, hari Minggu (29/9/2019).

Salah satu Kedai Kopi yang menjadi tujuan wisatawan ialah Miel Coffee. Hal ini karena Kedai Kopi yang baru berusia enam bulan ini, ternyata namanya sudah terkenal sampai benua Eropa. Sebagai owner Miel Coffee, Hendrik Tanoto, tak menyangka dengan prestasi Kedai Kopinya.

Pada hal, ia membuka Kedai Kopi tidak terpikir ide untuk memasarkan kedainya terlalu luas, sampai-sampai ke mancanegara. Melainkan, hanya berkeinginan merebut perhatian masyarakat Kota Medan saja.

Kedai Kopi yang diambil dari bahasa Perancis oleh Hendrik, yaitu "Miel" dengan arti Madu. Nama Madu ini diambil karena merupakan kenangan pada neneknya, yang dahulu semasa ia kecil selalu diberi madu. Ternyata nama tersebut tak hanya mendatangkan prestasi dalam mendatangan banyak pengunjung dsri bebagai daerah dan manca negara ke Kedai Kopinya.

Melainkan, Kedai Kopi yang memiliki keunikan tersendiri, dibandingkan dengan Kedai Kopi yang ada di Kota Medan. Keunikan itu terletak pada konsep bangunan Kedai Kopinya. Konsep Kedai Kopinya dari tampak luar tidak memiliki papan nama dari nama Kedai Kopi tersebut atau pertanda brand kedai tersebut. Hanya tampak sebuah papan kecil bertuliskan "Coffee".

Kemudian, seperti halnya bahwa setiap ditemui kedai-kedai Kopi di Kota Medan, kedanyai pasti memiliki jendela atau interior yang sangat dahsyat. Hal ini yang tidak ada di Kedai Kopi Miel Coffee. Dalam artian Kedai Kopi tersebut, sama sekali tidak memiliki jendela, baik dari depan, samping dan belakang.

Konsep ini memang sengaja dibuat oleh ownernya, karena ia menyukai hal yang simple. Selain itu, keuntungan dan taknadanya jendela karena sang owner ingi lebih fokus pada kopi yang dibuatnya untuk pengunjung.

Alasannya juga karena jendela hanya akan membuat konsentrasinya terganggu. Bahkan ide konsep Kedai Kopi ini juga diambil dari Kedai-kedai Kopi atau Coffee Shop yang ada di Melbourne, yaitu salah satu kota yang berada di Negeri Kangguru (Australia)

Hal ini dikarenakan, Hendrik Tanoto merupakan mantan buruh kasar yang bekerja di salah satu coffee shop Kota Melbourne saat 2017 silam. Kemudian, konsep seperti ini satu-satunya yang ada di Kota Medan, dan hanya dapat ditemui di Miel Coffee.

Namun, untuk konsep dalam Kedai Kopinya, Hendrik sendiri mengambil konsep dari masa kecilnya. Ia mengambil konsep rumah neneknya yang berada di kota kecil Provinsi Sumatera Utara yaitu Tebingtinggi.

Halaman
12
Penulis: Aqmarul Akhyar
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved