News Video

578 Pelajar Diamankan Polisi, Kapolrestabes: Siswa Bergerak karena Terpengaruh Media Sosial

Dadang juga menuturkan, dari 517 yang diamankan terdapat empat orang dilakukan pemeriksaan insentif karena diduga positif narkoba.

TRIBUN-MEDAN.com - Kapolrestabes Medan Kombes Dadang Hartanto didampingi Kadis Kota Medan  Marusatan Siregar beserta PKPA Kota Medan, memaparkan barang bukti yang berhasil diamankan saat aksi unjuk rasa pelajar pada Jumat (27/9/2019).

Seperti yang diketahui, semua pelajar yang berhasil diamankan saat aksi unjuk rasa yang berakhir ricuh itu, sudah dipulangkan ke orangtua masing-masing.

"Petugas mengamankan 58 orang yang masih pelajar di hari pertama pada Kamis (26/9/2019).

Dari pengamanan tersebut ada beberapa anak kedapatan melakukan aksi konvoi disekitaran kantor DPRD.

Hari kedua pada Jumat (27/9/2019) lalu, kami mengamankan 520 pelajar dengan rincian bahwa 517 orang kedapatan melakukan aksi unras tidak sesuai ketentuan, di mana tidak ada izin dalam kurun waktu yang ditentukan yakni, 3x24 jam," ucap Dadang Hartanto, Senin (30/9/2019).

Dadang juga menuturkan, dari 517 yang diamankan terdapat empat orang dilakukan pemeriksaan insentif karena diduga positif narkoba.

"Keempat pelajar telah direhab dan dipanggil orangtuanya.

Tidak hanya itu, tiga pelajar lainnya juga diperiksa insentif karena kedapatan membawa alat-alat berbahaya seperti senjata tajam dan lainnya," ucap Dadang.

Saat ditanya awak media terkait apakah aksi para pelajar yang turun ke jalan ditunggangi atau dimanfaatkan oknum tersebut, Kapolrestabes Medan Kombes Dadang Hartanto menjelaskan bahwa para siswa bergerak karena melihat dari sosial media.

"Mereka bergerak pertama dengan adanya pemberitahuan dari medsos.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Anil Rasyid
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved