JNE Bangun Mega Hub dan Automatic Sorting Center, Nilai Investasi Rp 500 Miliar
PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE Express) saat ini tengah membangun Mega Hub dan Automatic Sorting Center.
TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Bisnis logistik kini tak hanya tentang pengirim dan penjual, tapi kini dengan adanya teknologi, logistik menjadi satu komponen dari bagian e-commerce.
Menjawab tantangan era digital dan kebutuhan masyarakat yang sangat tinggi, PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE Express) saat ini tengah membangun Mega Hub dan Automatic Sorting Center.
Hal ini dikatakan Kepala Cabang JNE Medan, Fikri Al Haq Fachryana saat visit company AMA (Asosiasi Manajemen Indonesia) Cabang Medan di Kantor JNE, ATC (Amplas Trade Center), Senin (30/9/2019).
"Bisnis logistik kini enggak sederhana dulu, dengan teknologi bisnis logistis tidak hanya sebagai pengirim dan penerima tapi ada pihak lain yaitu market place platform. Growth ecommerce Indonesia kita nomor satu di dunia dan growth ini tumbuh di angka 78 persen," ucap Fikri.
Ia menjelaskan salah satu kebutuhan akan logistik dapat dilihat dari sisi kecepatan pelayanan. Maka dari itu, diakuinya, Kantor JNE selalu buka 24 jam.
Inovasi JNE lainnya kata Fikri, konsumen sudah bisa transaksi sendiri di rumah dengan menggunakan gadget. Selain itu JNE juga sedang membangun Mega Hub dan Automatic Sorting Center.
"JNE terus menjawab tantangan era digitalisasi dimana customer juga menuntut semua serba transparan cepat dan informasi yang jelas. Sehingga JNE di setiap bisnis prosesnya baik yang berhubungan di frontliner hingga pengiriman dan bisnis internal kami terus melakukan inovasi untuk melakukan percepatan dan melakukan teknologi digital IT untuk menjawab tantangan itu, salah satunya kita sedang membangun Mega Hub Automatic Sorting Center di Jakarta karena akan memproses 70 persen shipper kita lewat sana," ujarnya.
Dikatakannya, keistimewaan Mega Hub ini adalah kemampuannya memproses semua kiriman pelanggan secara terotomatisasi dengan memanfaatkan teknologi barcode.
"Sekarang masih manual, dengan barcode baru sortir, tentu pernah ada kesalahan, ada barang yang seharusnya ke Depok tapi justru ke Bogor. Tapi JNE sedang membangun Automatic Sorting Center dengan nilai investasi sebesar Rp 500 miliar dan ini akan menjadi satu satunya pertama kali di Indonesia jasa kurir yang memiliki Automatic Sorting," ungkapnya.
"Semua barang dari Medan pun 70 persen transit di Jakarta dan disana juga butuh sorti lagi,"tambahnya.
Dengan adanya Automatic Sorting Center ini maka berfungsi untuk mensortir setiap barang dan melanjutkan destinasi ke seluruh Indonesia, secara otomatis semua sehingga lebih tepat dan cepat.
"Targetnya 30 ribu shipper per detik. Automatic Sorting Center ini sudah kita bangun dan mudah mudahan kalau tidak ada halangan akan dilaunching tahun 2020, semua otomatis, tapi kami berkomitmen tidak memphk (Pemutusan Hubungan Kerja) karyawan," katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum AMA BPC (Badan Pengurus Cabang) Medan, Billie Widyaputra menambahkan dengan adanya e-commerce dan logistik sangat membantu kegiatan distribusi masyarakat.
"Sudah terjadi pergeseran dari offline ke online kalau kita berada di posisi yang tidak menyenangkan istilahnya menurun kita tetap harus berjuang. Hal yang mengembirakan ecommerce itu tumbuh di angka 78 persen jadi kita dapat data yang akurat," ucap Billie.
(nat/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/kepala-cabang-jne-medan-fikri-al-haq-fachryana-bersama-ketua-umum-ama-bpc.jpg)