Breaking News:

Pemkab Deliserdang Akhirnya Temukan Lahan untuk Pasar Pancur Batu

Aktivitas pasar membuat Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) kawasan Jamin Ginting menjadi terganggu.

Tribun Medan/Indra Gunawan
Puluhan pedagang kaki lima (PKL) Pasar Pancur Batu saat unjuk rasa depan kantor DPRD Deliserdang, Senin (14/11/2016) lalu. 

TRIBUN-MEDAN.com- Pemkab Deliserdang sudah menemukan lahan pengganti untuk tempat dijadikan Pasar Pancur Batu.

Selama ini keberadaan pasar Pancur Batu dianggap sudah tidak layak lagi mengingat jumlah pedagang sudah semakin banyak.

Aktivitas pasar membuat Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) kawasan Jamin Ginting menjadi terganggu.

Kadis Perindag Kabupaten Deliserdang, Ramlan Refis menjelaskan lokasi pasar akan dipindahkan ke Desa Pertampilen. Lokasinya sekitar 200 meter ke dalam dari Jalan Jamin Ginting.

Disebut meski sudah ditemukan lokasinya namun untuk tanda-tanda pembangunan gedung pasar belum ada hingga kini karena pembangunannya mengharapkan bantuan dari Kementerian Perdagangan.

"Masalah relokasinya bisa sampai 3 hingga 4 tahun lagi, masih panjang lah karena ini baru awal. Kita harus nyusun juga master plan dan usulkan lagi ke Kementerian Perdagangan. Kalau jumlah pedagang di sana itu sekarang ini sudah ada 1300 lebih dan memang disana itu pasar terbesar di Deliserdang. Di sana sudah tidak bisa lagi dikembangkan sehingga pedagang tidak bisa tertampung lagi," ujar Ramlan Refis Senin, (30/9/2019).

Mantan Kabag Perekonomian ini menyebut sebelum lahan ditentukan terlebih dahulu dilakukan penelitian yang melibatkan konsultan dan appraisal. Selain lokasi pasar lahan yang sudah dicari itu juga tepat untuk dibangun terminal Pancur Batu. Adapun lokasi yang akan dijadikan tempat pasar dan terminal ini seluas kurang lebih 3 hektare. Disebut pemilik lahan adalah warga biasa dan lahannya adalah lahan keluarga.

"Belinya kira-kira Rp 14 Milyar lebih dan pembayarannya dua tahun anggaran. Intinya lokasi di Desa Pertampilen ini dipilih menurut study yang telah dilakukan. Secara teknis disitu layak untuk pasar dan terminal. Permeter harga tanahnya Rp 500 ribuan dan lahannya kosong. Kalau pembayaran tahun 2019 ini juga," kata Refis.

(dra/tribun-medan.com)

Penulis: Indra Gunawan
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved