RS Tembakau Deli, Rumah Sakit Modern yang Pertama Hadir di Sumatera, Kini Kondisinya. . .

Gedung yang termasuk cagar budaya seharusnya dirawat dan bangunan tersebut dapat menjadi sumber edukasi terkait peradaban Kota Medan.

RS Tembakau Deli, Rumah Sakit Modern yang Pertama Hadir di Sumatera, Kini Kondisinya. . .
Tribun Medan/Aqmarul Akhyar
Kondisi terkini Rumah Sakit Tembakau Deli di Jalan Putri Hijau, Kelurahan Kesawan, Kota Medan, Senin (30/9/2019). Rumah sakit ini merupakan rumah sakit modern pertama yang ada di Sumatera pada masa Hindia Belanda. 

TRIBUN-MEDAN.com - Kota Medan memiliki banyak bangunan cagar budaya, dan di antara bangunan tersebut merupakan ikon Kota Medan. Selain itu, beberapa bangunan cagar budaya di Kota Medan, juga menjadi tempat berswafoto sebagian wisatawan yang datang ke Kota Medan.

Tak hanya sebagai tempat berswafoto, bangunan-bangunan tersebut juga memiliki nilai edukasi tentang peradaban Kota Medan. Satu di antaranya, Bangunan Rumah Sakit Tembakau Deli yang merupakan Rumah Sakit modern pertama di Pulau Sumatera saat zaman Hindia Belanda.

Dalam hal ini, Badan Warisan Sumatera, Ibu Isnen mengatakan bahwa Rumah Sakit (RS) Tembakau Deli yang terletak di Jalan Putri Hijau, Kelurahan Kesawan, Kota Medan di bangun pada tahun 1885. Pembangunan RS tersebut dibangun sejalan dengan pengembangan Kota Medan sebagai Pusat Industri Perkebunan.

Rumah Sakit tersebut merupakan RS yang melayani buruh-buruh Perkebunan dan Buruh-buruh dari Eropa pada masa Hindia Belanda. Kemudian, RS ini diperkarsai ole Mr. Ingermann yang menjabat sebagai General Manager di Perusahaan Deli Maatschappaij dan Perusahaan ini merupakan Perusahaan Tembakau pertama.

Awalnya Rumah Sakit Tembakau Deli hanya menangani pasien yang berpenyakit ringan. Pada tahun 1901, kembali dibangun satu gedung besar untuk pasien penderita penyakit parah. Kemudian pada tahun 1915 Rumah Sakit Deli Maatschappaij ditetapkan sebagai rumah sakit laboratorium penyakit tropis.

Pada perkembangannya rumah sakit Deli Maatschappaij berubah nama menjadi Rumah Sakit Tembakau Deli yang berada dibawah naungan PTPN II (Persero). Seiring perkembangan waktu, pada tahun 2011 Rumah Sakit Tembakau Deli tersebut berhenti beroperasi dan ditetapkan sebagai Cagar Budaya oleh Pemerintah Kota Medan.

DITUTUP - Seorang pejalan kaki melintasi RSU Tembakau Deli jalan Putri Hijau Medan, Rabu (23/11). Rumah Sakit ini ditutup 1 Januari 2012.
DITUTUP - Seorang pejalan kaki melintasi RSU Tembakau Deli jalan Putri Hijau Medan, Rabu (23/11). Rumah Sakit ini ditutup 1 Januari 2012. (TRIBUN MEDAN/TAUFAN WIJAYA)

Walaupun sudah ditetapkan sebagai Cagar Budaya, terlihat kondisi bangunan RS tersebut sangat memperhatinkan. Hal ini juga dikatakan salah satu warga Kota Medan, Syaputra, bahwa terlihat jelas bangunan RS Tembakau Deli ini sangat miris, dan sangat tidak terawat.

Selanjutnya, Andiano sebagai warga Kota Medan juga mengomentari bahwa gedung yang termasuk cagar budaya seharusnya dirawat dan bangunan tersebut dapat menjadi sumber edukasi terkait peradaban Kota Medan.

Tak hanya itu saja, Syaputra juga mengatakan bahwa bangunan Rumah Sakit Tembakau Deli ini juga dapat dijadikan menjadi tempat atau objek wisata Kota Medan.

Dengan dijadikannya bagunan tersebut menjadi objek wisata, maka pendapatan dan pertumbuhan ekonomi semangkin meningkat. Kemudian, salah satu seniman Kota Medan, Aryoga juga mengatakan opininya merawat bangunan cagar budaya merupakan suatu representasi tindakkan dalam berseni, sebab, prodak seni memiliki nilai estetika.

(cr22/Tribun-Medan.com)

Penulis: Aqmarul Akhyar
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved