Dua Pria Tua Ini Nekat Hendak Keliling Indonesia Naik Sepeda, Ini Alasannya

Kehadiran mereka pun disambut dengan ramah oleh Ketua DPC PDIP Deliserdang, Eko Sopianto.

Dua Pria Tua Ini Nekat Hendak Keliling Indonesia Naik Sepeda, Ini Alasannya
TRIBUN MEDAN/INDRA GUNAWAN SIPAHUTAR
Kedua DPC PDIP Deliserdang, Eko Sopianto memberikan ucapan selamat jalan kepada Jhoni dan Tapo (pakai topi) yang berencana mau keliling Indonesia dengan menggunakan sepeda, Selasa (1/10/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com- DPC PDI Perjuangan Kabupaten Deliserdang mendadak mendapat kunjungan dua orang kader partai dari Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau Selasa, (1/10/2019).

Keduanya orang itu yakni Jhoni (62) dan Tapo (52) yang datang dari Bengkalis dengan menggunakan sepeda.

Dua orang warga Desa Kuala Penaso Kecamatan Talang Muandau itu bertamu untuk beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan keliling Indonesia.

Kehadiran mereka pun disambut dengan ramah oleh Ketua DPC PDIP Deliserdang, Eko Sopianto.

Saat diwawancarai Jhoni menyebut ia mau berkeliling Indonesia lantaran pernah bernazar. Saat istrinya mengandung anak pertamanya dua tahun lalu nazar itupun ia ucapkan. Ia bernazar lantaran kondisi anaknya dalam kandungan saat itu sungsang sehingga harus dioperasi.

"Jadi nazar saya kalau anak saya lahir sehat saya akan keliling Indonesia pakai sepeda. Karena sehat sampai sekarang anak saya dan umurnya sudah dua tahun sekarang ini ya harus saya jalani, karenakan sudah dijanjikan. Saya enggak pernah menyesal bernazar seperti ini yang penting anak saya sehat,"ucap Jhoni.

Ia mengharapkan ketika perjalanan nanti sudah sampai di Jakarta ia bisa bertemu dengan Jokowi. Ia menyebut istrinya bisa dioperasi dengan biaya gratis karena dibantu BPJS Kesehatan. Dianggapnya karena kebijakan Jokowi pelayanan BPJS Kesehatan bisa maksimal padanya.

"Kalau Pak Tapo ini saudara saya juga karena istri saya itu keponakan dia. Istri saya dan keluarga lainnya mendukung kami pergi bersepeda keliling Indonesia. Dari rumah modal kami hanya Rp 1 juta saja. Sudah siap lah dengan apapun resiko yang terjadi. Kalau untuk kebutuhan sehari-hari keluarga ya bisa lah karena istri juga punya kerjaan sebagai penderes karet,"kata Jhoni yang dibenarkan oleh Tapo.

Untuk sampai di Kabupaten Deliserdang Jhoni dan Tapi menghabiskan waktu sudah lebih dari 10 hari. Disebut mereka berangkat dari kampung sejak tanggal 19 September lalu. Berbagai kendala telah mereka hadapi selama dalam perjalanan dan salah satunya adalah rusaknya sepeda tua yang mereka naiki.

"Kalau tidur ya dimana-mana saja lah. Kadang di SPBU kadang di Polsek. Dimana capek ya singgah. Ini kita mau ke Aceh dulu baru nanti kembali lagi,"kata Tapo.

Karena sebagai kader PDIP kedua orang ini pun berangkat dengan membawa surat jalan. Selain dari pihak kepolisian juga ada dari DPC maupun DPD PDIP Riau. Partai menyatakan mendukung langkah yang diambil oleh kedua orang tersebut. Sementara itu Ketua DPC PDIP Deliserdang, Eko Sopianto berharap agar perjalanan Jhoni dan Tapo bisa lancar. Sebagai bentuk perhatian DPC PDIP Deliserdang pun memberikan tali asih untuk biaya perjalanan kepada keduanya.

"Salut saya lihat bapak ini. Karena sudah bernazar ya memang harus ditepati lah. Semoga dalam perjalanan bisa dilancarkan dan bisa cepat kembali bersama keluarga di kampung halaman dalam keadaan sehat walafiat," kata Eko.

(dra/tribun-medan.com)

Penulis: Indra Gunawan
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved