Polisi: Kasus Pencurian di Parkiran Kantor Gubernur dan Kampus USU Mirip

Hingga kini, dua tersangka, Pandiangan dan Tukul, masih belum ditangkap. Polisi berharap mereka segera menyerahkan diri.

Polisi: Kasus Pencurian di Parkiran Kantor Gubernur dan Kampus USU Mirip
Tribun Medan/Muhammad Fadli Taradifa
Empat pencuri uang milik Pemprov Sumut saat pemaparan kasus di Kantor Polrestabes Medan, Selasa (1/10/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com -Polrestabes Medan akhirnya memaparkan kasus pencurian uang milik Pemprov Sumut Rp 1,6 miliar.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto mengatakan bahwa kasus ini dilaporkan Senin (9/9/2019) sore lalu oleh pegawai Pemrov yang bertugas membawa uang milik Pemprov Sumut sebesar Rp 1,6 miliardari Bank Sumut.

"Kami lakukan pemeriksaan, mereka bilang berangkat dari Bank Sumut mengambil sejumlah uang. Setelah sampai di Kantor Gubernur Sumut, uang tidak dibawa turun. Tetapi ditinggal di kendaraan. Beberapa saat kemudian akan memindahkan uang. Karena pemilik kendaraan salah satu korban mau menjeput istrinya," kata Dadang di Mako Polrestabes Medan, Selasa (1/10/2019).

"Pada saat akan dipindahkan ternyata uang sudah hilang dari dalam kendaraan. Kita lakukan penyelidikan dan mencari alat bukti. Mulai dari CCTV dan mengidentifikasi modus-modus yang dilakukan pelaku. Kami menemukan kasus ini ada kesamaan dengan kejadian yang terjadi di parkiran USU beberapa waktu lalu," sambungnya.

Dadang menjelaskan dimana saat itu korban juga turut mengalami kerugian Rp 150 juta dengan rute yang sama. Yaitu mengambil uang dari Bank Sumut kemudian sampai di parkiran USU kemudian uang diambil. Selanjutnya di kumpulkan CCTV dan dapat.

Mereka ternyata menggunakan dua kendaraan. Mini bus warna hitam dan warna silver. Kedua TKP sama baik di USU maupun di Kantor Gubernur. Penyelidikan terus dilanjutkan dan didapatkan nama-nama pelaku.

"Kami dapatkan ada enam nama. Yang ada di mobil hitam ada dua orang. Yaitu Pandiangan (DPO) dan Niksar. Di mobil silver ada tiga, Musa, Tukul (DPO), Niko serta satu lagi pelaku Indra yang menggunakan sepeda motor untuk mengawasi Sekuriti. Tukul memiliki peran turun dan melihat apakah ada tas sasaran. Dia lalu merusak pintu mobil . Setelah rusak pintu, Niko masuk bagian mengambil uang. Dari enam pelaku, polisi berhasil dapatkan empat pelaku. Ada dua yang residivis, Musa dan Indra," urainya.

Dadang merinci dari mereka beberapa pembagian yang di dapat. Niksar Sitorus (36) mendapat Rp 200 juta, Niko Demos Sihombing (41) Rp 300 juta, Musa Hardianto Sihombing (22) Rp 210 juta, Indra Haposan Nababan (39) Rp 200 juta, Tukul Rp 350 juta, Pandiangan Rp 350 juta. Sebagian uang sudah dibelanjakan. Ada yang membeli mobil, tanah, sepeda motor, dan ponsel.

"Kami sita dari Musa Rp 105 juta," ungkap Dadang.

Hingga kini, dua tersangka, Pandiangan dan Tukul, masih belum ditangkap.

Polisi berharap mereka segera menyerahkan diri.

"Kami sudah mengetahui mereka berada dimana," kata Dadang. (mak/tribun-medan.com)

Penulis: Muhammad Fadli Taradifa
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved