Akhyar: Kecelakaan Kerja Paling Banyak Terjadi di Jalan Raya

Sebanyak 300 peserta mengikuti Promotif Preventif Tahun 2019 Kerja Aman Hidup Nyaman Bersama BPJS Ketenagakerjaan di depan Kantor BPJS Ketenagakerjaa

Akhyar: Kecelakaan Kerja Paling Banyak Terjadi di Jalan Raya
TRIBUN MEDAN/HO
Sebanyak 300 peserta mengikuti Promotif Preventif Tahun 2019 Kerja Aman Hidup Nyaman Bersama BPJS Ketenagakerjaan di depan Kantor BPJS Ketenagakerjaan Jalan Patimura Medan, Minggu (29/9/2019). 

MEDAN.TRIBUNNEWS.com, MEDAN - Sebanyak 300 peserta mengikuti Promotif Preventif Tahun 2019 Kerja Aman Hidup Nyaman Bersama BPJS Ketenagakerjaan di depan Kantor BPJS Ketenagakerjaan Jalan Patimura Medan, Minggu (29/9/2019). Sebelum melepas para peserta, Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi diwakili Wali Kota Ir H Akhyar Nasution MSi lebih dulu memakaikan helm secara simbolis kepada dua orang pengendara sepeda motor yang mengikuti kegiatan tersebut.

Kegiatan Promotif Preventif diisi dengan pembagian helm yang sesuai standar bagi 300 orang pekerja dari sejumlah perusahaan di Kota Medan. Setelah itu seluruh peserta melakukan konvoi sekaligus mensosialisasikan safety riding menuju Taman Ahmad Yani di Jalan Imam Bonjol Medan. Di taman itu selanjutnya mereka akan melaksanakan senam bersama guna menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh.

Sebagai bentuk dukungan Pemko Medan tas kegiatan tersebut, Wakil Wali Kota juga mengenakan helm hingga pelepasan peserta konvoi dilakukan. Dikatakan Wakil Wali Kota, kegiatan yang dilakukan BPJS Ketenagakerjaan dinilai sangat baik dan positif. Sebab, Promotif Preventif sangat mendukung upaya  mengurangi jatuhnya korban akibat kecelakaan kerja di jalan raya. Apalagi terang Akhyar, kecelakaan kerja yang terjadi selama ini paling banyak bukan di lokasi kerja melainkan di jalan raya.

"Berdasarkan data yang kita peroleh dari pihak BPJS Ketenagakerjaan, para pekerja paling banyak mengalami kecelakaan saat hendak berangkat maupun pulang kerja bukan di lokasi kerja. Hal itu terjadi karena helm yang dikenakan para pekerja tidak sesuai dengan standar atau Standar Nasional Insonesia (SNI)," kata Wakil Wali Kota.

Meski demikian lanjut Wakil Wali Kota, sekalipun sudah mengenakan helm sesuai standar, para pekerja maupun seluruh warga diingatkan agar senantiasa berhati-hati saat berkendaraan, tidak ugal-ugalan serta mematuhi peraturan maupun rambu-rambu lalu lintas yang ada."Marilah kita tertib dan disiplin dalam berlalulintas dan jadikan sebagai budaya sehingga angka kecelakaan lalu lintas di Kota Medan yang kita cintai bersama dapat berkurang," harapnya.

Mantan anggota DPRD Medan itu selanjutnya berharap, kegiatan Promotif Preventif seperti ini dapat terus dilaksanakan sehingga dapat mengedukasi seluruh pekerja  sehingga sadar untuk melaksanakan promotif preventif bagi dirinya sendiri. "Secara bertahap kita gugah kesadaran itu agar  kemudian muncul dalam diri setiap pekerja sehingga menjadi nilai internal yang terintegrasi dalam setiap aktifitas mereka," paparnya.

Sementara itu menurut Kacab BPJS Ketenagakerjaan Medan Kota Syahrial, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan perlindungan berupa helm kepada para pekerja yang sehari-harinya mengendarai sepeda motor mulai dari rumah hingga menuju tempat kerja. Dengan pemberian helm ini diharapkan para pekerja selamat saat berkendaraan di jalan raya. "Helm yang kita berikan ini sesuai dengan SNI sehingga lebih terlindungungi," jelas Syahrial.

Selanjutnya ungkap Syahrial, secara nasional, BPJS Ketenagakerjaan telah membagikan sebanyak 5.500 helm yang SNI kepada seluruh pekerja di Tanah Air. "Semoga langkah yang kami lakukan ini dapat mengurangi angka kecelakaan kerja. Di samping itu para pekerja dapat selamat  dari kecelakaan, baik ketika berangkat maupun pulang kerja," harapnya. (H)

Editor: Ismail
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved