Dua Nelayan Malaysia Disidangkan Kasus Sabu 6 Kg, Rencana Hendak Dikirim ke Indonesia

Selama persidangan kedua terdakwa paruh baya tampak mengenakan baju merah tahanan

Dua Nelayan Malaysia Disidangkan Kasus Sabu 6 Kg, Rencana Hendak Dikirim ke Indonesia
TRIBUN MEDAN/VICTORY HUTAURUK
Dua Warga Negara (WN) Malaysia, Yeap Bee Lun (55) dan Ong Cho Peen (56) didudukkan di kursi pesakitan atas kepemilikan 6 kg sabu di Pengadilan Negara Medan, Rabu (2/10/2019) 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Dua Warga Negara (WN) Malaysia, Yeap Bee Lun (55) dan Ong Cho Peen (56) didudukkan di kursi pesakitan atas kepemilikan 6 kg sabu di Pengadilan Negari Medan, Rabu (2/10/2019)

Keduanya merupakan nelayan ini ditangkap tim gabungan BNN dan Bea Cukia saat menyelundupkan sabu seberat 6 kg ke perairan Indonesia.

Selama persidangan kedua terdakwa paruh baya tampak mengenakan baju merah tahanan, mereka tampak kebingungan dan tak mengerti apa yang sedang dibahas dalam persidangan.

Wajah keduanya tampak cemberut dan hanya bisa menatap ke arah Majelis Hakim yang berada di depannya.
Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dwi Meily Nova Dan Tiorida Hutagaol menyebutkan awalnya kasus terjadi pada tanggal 30 Juni 2019.

Saat itu BNN Sumut mendapat informasi dari masyarakat tentang adanya penyelundupan sabu melalui wilayah perairan Selat Malaka di Sumatera Utara, oleh WN Malaysia menggunakan kapal speedboat.

"Selanjutnya saksi Mazlan Damanik dan saksi Roni Harefa yang merupakan Petugas BNNP bersama dengan Kanwil Bea dan Cukai Sumut melakukan penyelidikan," ucap JPU Tiorida dihadapan Ketua Majelis Hakim, Tengku Oyong.

Lebih lanjut katanya, pada tanggal 1 Juli 2019 sekira pukul 23.00 WIB, tim gabungan melakukan penyergapan terhadap 1 unit kapal Speedboat, di perairan utara Gosong Sibunga-bunga Kabupaten Serdangbedagai, yang dibawa oleh terdakwa Yeap Bee Lun dan Ong Choo Peen.

"Pada saat melakukan penggeledahan terhadap kapal speedboat tersebut, ditemukan barang bukti berupa 6 bungkus plastik berisi sabu, dengan berat keseluruhan 6 kg. Selanjutnya saksi-saksi melakukan penangkapan terhadap terdakwa Yeap Bee Lun dan Ong Choo Peen," ungkap Jaksa.

Dari hasil pemeriksaan, barang haram tersebut diperoleh terdakwa dari seorang laki-laki keturunan India, atas perintah bos terdakwa bernama Atan (DPO). Sabu tersebut rencananya, diantar kepada orang Indonesia yang tidak terdakwa kenal diperairan antara laut dengan koordinat 40.40 di wilayah perairan Malaysia dan Indonesia.

"Dalam mengantar sabu tersebut, terdakwa mendapat upah dari Atan sebesar 10.000 ringgit Malaysia," tutur Jaksa.

Kemudian terdakwa memberikan upah kepada Ong Choo Peen sebesar 2.000 ringgit Malaysia, yang berperan menemani terdakwa dan mengemudikan kapal speedboat tersebut.

"Perbuatan terdakwa diancam Pidana Pasal 114 dan 112 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika," pungkas Jaksa Tiorida.

(vic/tribunmedan.com)

Penulis: Victory Arrival Hutauruk
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved