Breaking News:

Puluhan Bangkai Babi Dibuang OTK ke Sungai Sumber Air Bersih, Warga Tersulut Emosi

Banyak kali bangkainya kemarin. Baunya minta ampun. Bagi kami warga muslim, hal itu jelas sangat mengganggu. Beruntung hujan deras akhir-akhir ini

Penulis: Dohu Lase |
TRIBUN MEDAN/DOHU LASE
Sejumlah pemotor melintas di TKP pembuangan bangkai-bangkai babi, perbatasan Desa Karing Kecamatan Berampu - Kelurahan Kutagambir Kecamatan Sidikalang, Rabu (2/10/2019) petang. Puluhan bangkai babi dibuang OTK ke aliran sungai di bawah jembatan tersebut. Warga murka, karena aliran sungai itu dimanfaatkan warga sebagai sumber air bersih. 

TRIBUN-MEDAN.COM, DAIRI - Warga Desa Karing, Kecamatan Berampu, Kabupaten Dairi, marah. Puluhan bangkai babi dibuang orang tak dikenal (OTK) ke aliran sungai di bawah jembatan penghubung Kelurahan Kutagambir Kecamatan Sidikalang - Desa Karing Kecamatan Berampu.

Padahal, aliran sungai itu dimanfaatkan warga untuk mencuci, mandi, bahkan air minum.

"Iya, betul. Inilah lokasinya. Ditaksir, ada sampai 20 ekor bangkai babi kemarin di sini. Tak hanya mengapung di aliran sungai, tetapi juga di tepi jalan dekat jembatan ini tergeletak," ungkap penarik becak bermarga Berutu yang juga warga Desa Karing, yang ditemui Tribun Medan di TKP, Rabu (2/10/2019) petang.

Berutu mengaku, tak tahu kapan bangkai-bangkai babi mulai berada di sungai tersebut. Kejadian ini, menurutnya, baru pertama kali terjadi. Ia sendiri baru mengetahuinya pada Kamis (26/9/2019) lalu, saat kebetulan melintas di TKP.

"Enggak ada warga sini mau menyingkirkan, karena jijik. Aku rasa, dihanyutkan aliran sungai. Syukurlah, hujan deras turun akhir-akhir ini, sehingga aliran air sungai membesar," ujar Berutu. 

Hal senada juga diungkapkan warga lainnya bermarga Padang. Menurutnya, hal itu bukan perbuatan warga Desa Karing, karena aliran sungai tempat pembuangan babi dimanfaatkan warga sebagai sumber air bersih.

"Enggak mungkinlah warga sini. Kami di Kutambelang (salah satu dusun di Desa Karing-red) pakai air sungai ini untuk mandi dan mencuci," ujar Padang, yang juga ditemui pada hari yang sama.

Sejumlah warga Desa Karing, lanjutnya, bahkan nyaris tersulut emosi karena hal itu. Sampai-sampai, jika pelaku pembuangan ditemukan, disebut bakal dihajar.

"Banyak kali bangkainya kemarin. Baunya minta ampun. Bagi kami warga muslim, hal itu jelas sangat mengganggu. Beruntung hujan deras akhir-akhir ini, sehingga bangkai-bangkai itu hanyut," pungkasnya.

Kepala Seksi Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) pada Bidang Peternakan Dinas Pertanian Kabupaten Dairi, Dedy Sofyan Ujung kala dikonfirmasi Tribun Medan soal ini via selulernya mengatakan, pihaknya sudah turun ke TKP untuk mengecek kejadian tersebut.

Namun, ia enggan merinci tindakan apa yang telah dilakukan.

"Petugas sudah ke lapangan. Besok ketemulah kita di kantor. Kurang pas rasanya aku yang menjelaskan, karena bukan bidangku. Khawatir bersalahan," ujar Dedy singkat.

(cr16/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved