Breaking News:

Camat Duduk di Kantor Desa, Penertiban Ternak Ayam Potong Sumber Wabah Lalat Dinilai Ecek-ecek

Eddy Yusuf yang diagendakan akan memimpin penertiban tidak tampak dilokasi. Saat datang di Desa Dalu X B ia hanya duduk di kantor Kepala Desa saja.

Penulis: Indra Gunawan |

TRIBUN-MEDAN.com- Tim gabungan Pemkab Deliserdang tidak bisa berbuat banyak ketika turun melakukan penertiban di area peternakan kandang ayam potong ilegal di Desa Dalu X B Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deliserdang Kamis, (3/10/2019).

Meski beberapa waktu lalu Bupati Deliserdang, Ashari Tambunan sudah memerintahkan agar dilakukan penertiban karena pemukiman warga sudah bertahun-tahun diserang wabah lalat namun tetap saja tim yang datang tidak berani bersikap tegas. Saat itu tim hanya lebih banyak memantau-mantau siatuasi.

Camat Tanjung Morawa, Eddy Yusuf yang diagendakan akan memimpin penertiban tidak tampak dilokasi.

Saat datang di Desa Dalu X B ia hanya duduk di kantor Kepala Desa saja. Ia sama sekali tidak mau turun memantau apa yang dilakukan oleh tim.

Saat ditanyai soal sikapnya itu, Eddy berdalih dirinya tidak bisa bergabung dengan tim karena ada acara. Ia mengatakan sudah mempercayakan pada tim. Alumni STPDN ini hanya menerima laporan saja.

"Udah turun orang itu. Aku di kantor Desa karena tadi ada acara di PPPUD (Pusat Promosi Produk Unggulan Daerah). Kandang ayam milik pak Laswan dan Bu Minah di dusun I sebanyak 70 ribu ekor. Ayamnya usianya sudah dua minggu dan selesai panen akan stop. Kalau yang punya pak Mislan satu kandang kosong dan satu kandang berisi 3 ribu ekor. Bersedi stop juga kalau sudah panen dan ngurus izin,"kata Eddy.

Ia menyadari bahwa pada bulan Agustus lalu ia dan dinas terkait seperti Dinas Pertanian dan Satpol PP sempat turun ke lokasi. Saat itu ia pun sempat memberi peringatan kepada pengusaha yang sama agar tidak lagi memasukkan bibit ayam potong kalau sudah panen.

Meski arahan tersebut sudah pernah ia berikan dan kini dilanggar oleh pengusaha namun dirinya tidak bisa berkomentar ketika hal itu disinggung.

Karena tidak ada Camat di lokasi Satpol PP yang turun pun kebingungan ketika pengusaha tidak berada di tempat. Saat itu Satpol PP hanya dapat memberikan nasihat kepada pekerja agar tidak lagi memasukkan bibit ayam setelah panen.

"Ya bingung juga nertibknnya bagaimana ayam ini. Paling ya bisa kita arahkan agar tidak diisi lagi lah. Kita jugakan tidak ada tempat penampungan ayam,"kata Jumino salah satu personil Satpol PP.

Warga yang tinggal di dusun I Desa Dalu X B merasa kalau penertiban yang dilakukan Pemkab hanya pura-pura. Dianggap kalau Pemkab tidak punya ketegasan kepada pengusaha. Karena Desa Dalu X B ini dikelilingi kandang ayam potong, warga memastikan lalat akan terus berkembang.

"Cuma ditengok-tengok saja ya penertiban ecek-eceklah namanya. Pak Bupati harus seriuslah menanggapi kondisi yang dialami warga ini. Sudah bertahun-tahun warga diserang wabah lalat. Kalau tidak minta tolong sama Bupati sama siapa lagi rupanya warga mengadu?. Lalat banyak, mau makan sudah apa enggak kasihan lihat anak-anak?,"ucap Gunawan salah satu warga.

(dra/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved