Sanksi Bidan yang Sebabkan Bayi Tewas Belum Jelas, Ini Penjelasan Kadis Kesehatan Samosir

Kadis Kesehatan Kabupaten Samosir Dr Nimpan Karokaro mengaku telah menerbitkan nota dinas untuk memindahkan dan menarik Bidan SS

Sanksi Bidan yang Sebabkan Bayi Tewas Belum Jelas, Ini Penjelasan Kadis Kesehatan Samosir
TRIBUN MEDAN/ARJUNA BAKKARA
Safrita Sinaga (27) didampingi suaminya Efriando Limbong (27) dan ibunya Dormauli Malau (52) saat ditemui Tribun belum pulih total. Safitra menunjukkan rekam medis yang selama ini normal, namun janinnya meninggal saat hendak partus yang hendak partus tidak diijinkan pergi ke Rumah Sakit dari Puskesmas Limbong oleh Bidan Desa Sariati Sitinjak. 

TRIBUN-MEDAN.COM, SAMOSIR -Beberapa bulan lalu, proses persalinan terhadap Safrita Sinaga (27) gagal oleh Bidan Desa Sariati Sitinjak (SS) di Puskesmas Limbong, Desa Sari Marrihit Kecamatan Sianjur Mulamula Samosir. Safrita Sinaga (27) dan suaminya Efriando Limbong (27) pun harus kehilangan anak pertama mereka.

Terkait itu, Kadis Kesehatan Kabupaten Samosir Dr Nimpan Karokaro mengaku telah menerbitkan nota dinas untuk memindahkan dan menarik Bidan SS ke Kantor Dinas Kesehatan Samosir untuk menunggu selesainya investigasi dan mencegah terjadinya konflik baru di puskesmas tersebut. Nimpan mengatakan, penarikan terhadap bidan itu telah diberlakukan sejak Kamis 8 Agustus 2019 lalu.

"Sudah penarikan terhadap bidan itu telah diberlakukan sejak Kamis 8 Agustus 2019 lalu,"ujar Nimpan Karokaro di Samosir, Kamis (3/10/2019).

Sebelumnya, Efriando Limbong (27), suami pasien mengatakan ketika istrinya hendak bersalin di Puskesmas Limbong bayinya tewas di dalam kandungan istri. Padahal, mereka sudah dua kali meminta untuk dirujuk ke Rumah Sakit Hadruanus Pangururan.

Kata Limbong, istrinya sampai mengerang kesakitan selama 12 jam.  Namun, tidak diperkenankan oleh bidan bersangkutan untuk dirujuk ke rumah sakit yang dituju.

"Padahal kami sudah minta untuk dirujuk ke Rumah Sakit sebanyak dua kali tetapi tidak diijinkan pergi oleh Bidan Desa itu, setelah bayi tidak bergerak dalam kandungan baru dianjurkan dirujuk, pada Selasa, 23 Juli 2019 lalu,"ujar Efriando.

Dua bulan pasca kejadian tersebut, Kadinkes Samosir Dr Nimpan Karokaro mengaku akan mengembalikan bidan SS ketempatnya semula yaitu Puskesmas Limbong, Sianjurmula.

"Terkait itu, kita akan geser kembali bidan SS ke Puskesmas Limbong namun beliau masih di Dinas Kesehatan Samosir. Dan STR bidan yang bersangkutan juga belum kita berikan sebelum ada laporan kepala Puskesmas selesai baru kita serahkan itu," tambah Nimpan.

Terkait rekomendasi hasil sidang kode etik dari IBI (Ikatan Bidan Indonesia) Sumatera Utara disebutnya belum keluar. Oleh karenaha, STR bidan bersangkutan belum diberikan untuk praktik kembali.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Limbong, Drg Rawaty Simarmata  mengatakan bahwa bidan SS sudah hampir sebulan kembali bertugas di Puskesmas Limbong. Padahal sama sekali belum ada rekomendasi dari IBI Sumatera Utara.

"Bidan boru Sitinjak sudah hampir sebulan kembali bertugas di Puskesmas Limbong dan saat ini beliau kita tempatkan dibagian farmasi," Sebut Rawaty.

(jun-tribun-medan.com)

Penulis: Arjuna Bakkara
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved