Terpidana Mati di Lapas Tanjung Gusta Kembali Divonis 20 Tahun Penjara

Efendi yang tak kunjung dieksekusi sejak 2015 silam, masih juga memainkan perannya sebagai otak peredaran sabu Malaysia-Indonesia.

Terpidana Mati di Lapas Tanjung Gusta Kembali Divonis 20 Tahun Penjara
Tribun Medan/Victory Arrival Hutauruk
Terpidana mati di Lapas Tanjung Gusta Efendi Salam Ginting (berdiri) kembali divonis 20 tahun penjara oleh Majelis Hakim usai terlibat peredaran sabu 8 kg, Kamis (3/10/2019) di Pengadilan Negeri Medan. 

TRIBUN-MEDAN.com - Terpidana mati di Lapas Tanjung Gusta Efendi Salam Ginting (berdiri) kembali divonis 20 tahun penjara oleh majelis hakim usai terlibat peredaran sabu 8 kg di Pengadilan Negeri Medan, Kamis (3/10/2019).

Efendi yang tak kunjung dieksekusi sejak 2015 silam, masih juga memainkan perannya sebagai otak peredaran sabu Malaysia-Indonesia lewat kaki tangannya di luar lapas.

Kaki tangan Efendi juga dihukum berat, yaitu Pransude Alias Sudet (15 tahun), Kamaluddin Marpaung Alias Ucok (20 tahun) dan Heri Ulong (20 tahun). Dimana ketiganya didenda dengan jumlah yang sangat besar Rp10 miliar.

Selain kaki tangan di luar lapas, Efendi juga menggunakan rekannya yang berada di Lapas Tanjung Gusta yang juga dihukum 20 tahun penjara yaitu Thomson Hutabarat alias Boy, Budiman Ginting dan Marianto Boy Sandi Kaban Alias Anto.

Juga ada narapidana dari Lapas Narkotika Kelas II A Pematangsiantar bernama Aldo Hamonangan Siboro alias Monang yang dihukum 20 tahun penjara.

Saat divonis, terpidana mati Efendi tampak bersembunyi diantara badan terdakwa lainnya. Ia yang mengenakan kacamata hitam ini tampak menghindari jepretan awak media.

Bahkan seusai sidang, Efendi langsung berjalan cepat dan tak memberikan sedikitpun komentar terkait dirinya yang diputus kembali. Ia hanya terus menutupi wajahnya dari sorotan kamera. (vic/tribun-medan.com)

Penulis: Victory Arrival Hutauruk
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved