Breaking News:

Pelanggan PDAM Mengeluh Terus, Direktur Tirta Deli Sebut Ada Kebocoran

Tiga hari ini pening kami. Air lebih banyak waktu matinya dari pada hidupnya. Bayangkan saja, masa airnya baru hidup dini hari.

Penulis: Indra Gunawan |
TRIBUN MEDAN/INDRA SIPAHUTAR
Kantor PDAM Tirta Deli 

TRIBUN-MEDAN.com - Pelanggan PDAM Tirta Deli kembali mengeluh atas pelayanan yang didapat. Salah satu pelanggan Wahyu (35) warga Desa Sekip Kecamatan Lubukpakam menyebut sudah tiga hari kesulitan karena air tidak mengalir ke rumah. Disebut air hanya hidup disaat waktu dini hari saja.

"Tiga hari ini pening kami. Air lebih banyak waktu matinya dari pada hidupnya. Bayangkan saja, masa airnya baru hidup dini hari. Yang heran kok mesti di jam orang tidur baru hidup. Sebelum adzan subuh kembali mati. Setelah itu mati sampai besoknya lagi,"ujar Wahyu Jum,at, (4/10/2019).

Ia menyebut kejadian seperti ini bukan baru pertama kali mereka rasakan. Ia dan keluarganya mengaku tidak mengetahui apa yang menjadi penyebab mengapa kondisi bisa begini. Disebut selama ini tidak ada pemberitahuan yang mereka terima.

"Beberapa hari ini airnya pun bukan bersih kali karena keruh. Ya untuk masak dan minum enggak bisalah. Pakai air isi ulang lah kita sekarang ini,"kata Wahyu.

Direktur PDAM Tirta Deli, Batara Imbrahdjaya Nasution menyebut pada dasarnya distribusi air jalan terus 24 jam. Namun gangguan sempat terjadi karena pipa transmisi utama berukuran 250 mm pecah di depan rumah makan Nabila dekat sungai ular. Akibat hal itu beberapa daerah ada yang tidak dapat air.

"Tapi Rabu malam sudah selesai diperbaiki. kondisinya lain disaat kami mulai menormalkan distribusi air ke pelanggan sejak Kamis pagi ternyata ada lagi pipa utama 200 mm pecah dihantam excavator kontraktor yg sedang membuat drainase di simpang tugu Thamrin Lubukpakam sekitar jam 11.30,"kata Batara.

Atas hal itu, lanjut Batara menghambat kembali normalisasi distribusi air ke pelanggan. Disebut pengerjaan langsung dilakukan perbaikan dan bisa selesai Kamis sekira pukul 18.30 WIB. Agar air bisa mengalir lancar ke pelanggan tim jaringan terus di lapangan melakukan buang angin di pipa yang terjebak angin.

"Beginilah repotnya apabila angin sudah masuk di dalam pipa, membuat aliran air tertahan dan lambat menuju ujung pipa pipa distribusi pelanggan, perlu focus membuka atau membuang angin dari arah hulu jaringan ke hilir jaringan, step by step diurut istilahnya. Semoga secepatnya bisa lancar kembali lah,"kata Batara.

(dra/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved