Breaking News:

Pesta Njuah-Njuah 2019 Sedot 22 Ribu Pengunjung, Eddy Berharap Masyarakat Kian Ramah ke Wisatawan

Rangkaian pesta budaya njuah-njuah adalah bentuk upaya menggali dan memperkenalkan nilai-nilai budaya di Dairi

Penulis: Dohu Lase |
TRIBUN MEDAN/HO/PEMKAB DAIRI
Bupati Dairi Eddy Berutu menari sambil melambaikan tangan kepada pengunjung saat menutup Pesta Njuah-Njuah 2019, baru-baru ini. 

TRIBUN-MEDAN.COM, DAIRI - Perhelatan acara promosi pariwisata Kabupaten Dairi, Pesta Njuah-Njuah, resmi ditutup Bupati Dairi, Eddy Berutu, Kamis (3/10/2019) malam. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Dairi mengklaim, Pesta Njuah-Njuah 2019 berhasil menyedot 22 ribu pengunjung.

"Terima kasih yang setinggi-tingginya kepada para tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, tokoh agama, pegiat seni dan budaya, serta seluruh panitia yang telah berperan aktif, sehingga kegiatan ini berjalan baik dan lancar," ucap Eddy saat menyampaikan pidatonya.

Eddy menjelaskan, rangkaian pesta budaya njuah-njuah adalah bentuk upaya menggali dan memperkenalkan nilai-nilai budaya di Dairi, khususnya budaya Suku Pakpak, dengan target menjadikan kebudayaan daerah sebagai basis pengembangan kepariwisataan.

Terkait hal itu, kata Eddy, aktivitas seni dan budaya perlu dikemas menjadi lebih atraktif, dengan tetap mempertahankan nilai-nilai dasarnya, agar mampu menarik wisatawan sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat.

Namun, pelaku utama hal itu, lanjut Eddy, ialah masyarakat. Pemerintah daerah hanya berperan sebagai pendukung. Untuk itu, diharapkan masyarakat Kabupaten Dairi dapat sepakat dan mulai beraksi dan berkolaborasi.

Eddy menyebut, realisasi wacananya tersebut telah dimulai di Kecamatan Silahisabungan, dimana para penenun ulos khas Silahisabungan dilatih untuk menciptakan kain ulos dalam bentuk produk fesyen atau kerajinan tangan lainnya.

Selanjutnya, Eddy mengatakan, menciptakan kenangan bagi wisatawan merupakan hal yang sangat perlu dibangun agar wisatawan mau datang kembali atau merekomendasikan kepada kenalannya.

Untuk itu, Eddy meminta seluruh masyarakat Dairi agar ramah kepada setiap orang yang berkunjung ke Dairi, serta terkhusus bagi masyarakat di lokasi wisata, agar memberikan pelayanan terbaik.

"Minimal tebar senyum dan berlaku ramah kepada para wisatawan," ujar Eddy.

Mengakhiri pidatonya, Eddy berpantun dalam bahasa Pakpak.

"Tumpak si merpara, ruah-ruah dahan parira. Menumpak Tuhan dibata, njuah-njuah mo banta karina," seru Eddy seraya menutup pidatonya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Dairi, Leonardus Sihotang mengklaim, selama empat hari pelaksanaan Pesta Njuah-Njuah 2019, mulai tanggal 30 September hingga 3 Oktober 2019, berhasil menyedot 22 ribu pengunjung.

Selain penampilan atraksi seni dan busaya, acara juga diisi berbagai lomba, seperti lomba green-bean coffee, barista class, dan lomba cipta makanan tradisonal Suku Pakpak, Pelleng, dan lain-lain.

"Total pengunjung selama kegiatan berlangsung diperkirakan mencapai 22 ribu orang, meskipun pelaksanaan kegiatan ini setiap harinya di warnai dengan turunnya hujan," sebut Leonardus.

(cr16/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved