Tak Kunjung Digelar Wisuda, 300 Mahasiswa Yayasan Pelita Bangsa Binjai Nasibnya Tak Jelas

Massa menunjukan kekesalan dengan aksi bakar ban. Aksi mereka menjadi tontonan masyarakat sekitar dan pengguna lalu lintas.

Tak Kunjung Digelar Wisuda, 300 Mahasiswa Yayasan Pelita Bangsa Binjai Nasibnya Tak Jelas
TRIBUN MEDAN/DEDY KURNIAWAN
Penyegelan bermula ketika menggelar aksi di kampus. Puluhan mahasiswa membawa sejumlah poster bertuliskan tuntutan dan harapan guna mendesak pihak kampus mewisuda mereka. 

TRIBUN-MEDAN.com, BINJAI - Mahasiswa Yayasan Pelita Bangsa Binjai melakukan unjuk rasa terkait janji wisuda kelulusan akademik. Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi dan Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Pelita Bangsa Binjai bahkan menyegel kantor dan kelas perkulihan, Jumat (4/10/2019).

Penyegelan bermula, ketika menggelar aksi di kampus. Puluhan mahasiswa membawa sejumlah poster bertuliskan tuntutan dan harapan guna mendesak pihak kampus mewisuda mereka.

Dalam unjuk rasa, massa menunjukan kekesalan dengan aksi bakar ban. Aksi mereka menjadi tontonan masyarakat sekitar dan pengguna lalu lintas.

"Buktikan janjimu. Kami menuntut Yayasan Pelita Bangsa Bapak Hanif dan Prof Dian Armanto selaku Ketua Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (dulu Kopertis) untuk segera diwisudakan. Penuhi janji atas hak-hak," ujar Koordinator Aksi, Fitra Kurniawan.

Fitra yang berstatus Mahasiswa Ekonomi Menejemen angkatan 2014 mendesak Yayasan Pelita Bangsa bertanggung jawab mahasiswanya. Mahasiswa mendesak Yayasan Pelita Bangsa harus mengganti rugi materi yang sudah dikucurkan jika tidak mewisuda mereka.

"Berikan hak-hak kami. Kami sudah kuliah dan membayar. Ada sekitar 300 mahasiswa yang belum diwisuda dari angkatan 2014, 2015, 2016 dan seterusnya. Sampai saat ini, kami belum diwisuda" ujar dia.

Permasalahan ini sudah berulangkali dipertanyakan kepada Yayasan Pelita Bangsa. Namun, mahasiswa yang merasa digantung-gantung nasibnya, hanya menerima janji palsu.

"Berikan hak kami, dan status kami. Respons yayasan selama ini hanya angkat tangan, enggak mau tahu masalah kami. Yayasan hanya bisa menjanjikan dan menjanjikan," pungkansya.

Tak sampai di situ, ahasiswa bergerak melakukan long march mendatangi dan menggerduk Kantor LLPT Wilayah I di Medan. Mereka menumpangi angkutan umum menuju Jalan Sempurna, Kelurahan Tanjung Sari.

(dyk/tribun-medan.com)

Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved