HEBOH Kuburan Massal Korban Peristiwa 1965, Jaksa Agung Angkat Bicara, YPKP 65 Serahkan Bukti temuan

HEBOH Kuburan Massal Korban Peristiwa 1965, Jaksa Agung Angkat Bicara, YPKP 65 Serahkan Bukti temuan

HEBOH Kuburan Massal Korban Peristiwa 1965, Jaksa Agung Angkat Bicara, YPKP 65 Serahkan Bukti temuan
KOMPAS.com/AMBARANIE NADIA
HEBOH Kuburan Massal Korban Peristiwa 1965, Jaksa Agung Angkat Bicara, YPKP 65 Serahkan Bukti temuan 

HEBOH Kuburan Massal Korban Peristiwa 1965, Jaksa Agung Angkat Bicara, YPKP 65 Serahkan Bukti Temuan

TRIBUN-MEDAN.com - HEBOH Kuburan Massal Korban Peristiwa 1965, Jaksa Agung Angkat Bicara, YPKP 65 Serahkan Bukti temuan.

//

Jaksa Agung HM Prasetyo menilai, penemuan kuburan massal korban peristiwa 1965 oleh Yayasan Penelitian Korban Pembunuhan (YPKP) 65 cukup dilaporkan kepada Komisi Nasional Hak Asasi Manusia ( Komnas HAM).

Jaksa Agung Muhammad Prasetyo
Jaksa Agung Muhammad Prasetyo (Ambaranie Nadia K.M)

"Kalau mereka mengatakan ada kuburan massal ya silakan sampaikan kepada Komnas HAM sebagai penyelidik perkara pelanggaran HAM," ujar Prasetyo di Kompleks Kejaksaan Agung RI, Jakarta, Jumat (4/10/2019). 

Baca juga: Ditemukan 346 Kuburan Massal, Kejagung Didesak Tuntaskan Tragedi 1965

YPKP 65 menyerahkan temuan ratusan kuburan massal kepada Komnas HAM sekaligus Kejaksaan Agung pada Kamis (3/10/2019) agar dapat dijadikan tambahan alat bukti penanganan kasus pelanggaran HAM berat 1965-1966.

Jaksa Agung mengatakan, dalam penanganan pelanggaran HAM berat, hasil penyelidikan Komnas HAM menjadi acuan untuk ditingkatkan ke penyidikan atau tidak.

Selama ini, hasil penyelidikan Komnas HAM dinilai masih kekurangan bukti dan petunjuk yang diberikan belum dilengkapi.

"Kami tidak mungkin menangani kasus tanpa didukung bukti-bukti yang kuat. Kami bisa memahami juga peristiwanya sudah sekian lama. Rasanya siapa pun akan menghadapi kesulitan menemukan bukti-bukti juga pelakunya, saksi-saksi dan sebagainya," ujar Prasetyo.

Ketua YPKP 65 sebelumnya meminta Jaksa Agung RI HM Prasetyo menindaklanjuti kasus pelanggaran HAM berat peristiwa 1965-1966 yang hingga kini dinilai mandek. 

"Saya ke Kejaksaan Agung itu dalam rangka untuk mempertanyakan mengapa kasus pelanggaran HAM berat 1965 tidak ada kelanjutannya sesudah ada rekomendasi Komnas HAM perlunya dibentuk pengadilan HAM ad hoc," kata Ketua Yayasan Penelitian Korban Pembunuhan (YPKP) 65 Bedjo Untung di Kompleks Kejaksaan Agung, Jakarta, Kamis. 

Baca: Jadwal & Link Live Streaming Madura United vs Persib, Kalteng Putra vs Barito Putera Sore Ini

Baca: LIVE MOTOGP: Link Live Streaming MotoGP Thailand, Valentino Rossi Perbaiki Posisi [Link Live]

Ratusan kuburan massal itu dimintanya dijadikan barang bukti pelanggaran HAM berat selama operasi militer pada rezim Orde Baru itu.

Baca: SPESIFIKASI & HARGA Xiaomi REDMI 8, Pesaing Realme C2 & Samsung Galaxy M10,Seri Favorite Diluncurkan

Apalagi, menurut dia, data yang diserahkan itu lengkap dengan nama korban yang dibunuh, ditahan, maupun disiksa.

Baca: Viral Video Detik-detik Suami Ngamuk Ciduk Istri Selingkuh dengan Pria Lagi dalam Mobil,Emosi Meluap

Baca: Jadwal & Link Live Streaming Madura United vs Persib, Kalteng Putra vs Barito Putera Sore Ini

Tautan asal kompas.com

HEBOH Kuburan Massal Korban Peristiwa 1965, Jaksa Agung Angkat Bicara, YPKP 65 Serahkan Bukti temuan

Editor: Salomo Tarigan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved