Sosok Pratu Gilang Prajurit TNI yang Alami Kebutaan Usai Terpapar Debu Erupsi Gunung Sinabung

Pratu Gilang Al Fajar mengalami kebutaan di kedua matanya akibat dari bencana alam erupsi Gunung Sinabung

Sosok Pratu Gilang Prajurit TNI yang Alami Kebutaan Usai Terpapar Debu Erupsi Gunung Sinabung
Tribun Medan/Alija Magribi
Pratu Gilang Al Fajar, Contoh prajurit TNI yang mendedikasikan dirinya dalam tugasnya sebagai prajurit. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Hari Ulang Tahun (HUT) TNI ke 74 Tahun, ternyata menyimpan banyak pengorbanan diantara para prajuritnya.

Salah satunya adalah Pratu Gilang Al Fajar yang mengalami kehilangan penglihatan (buta) .

Tamtama Kodam I/BB yang kini bertugas di Babinminvetcaddam I/BB.

Pratu Gilang Al Fajar mengalami kebutaan di kedua matanya akibat debu erupsi Gunung Sinabung pada saat Satgas TNI merelokasi perumahan pengungsi, Desember 2014.

Pada tahun 2013, Gilang ditugaskan untuk bantuan evakuasi letusan erupsi Gunung Sinabung Kabupaten Karo kurang lebih dalam kurun waktu 2 bulan.

Desember 2014, Gilang kembali ditugaskan membantu pembangunan perumahan di Desa Siosar, yang diperintahkan oleh Presiden RI untuk para korban bencana letusan erupsi Gunung Sinabung Kabupaten Karo.

"Hari ketujuh di Desa Siosar tepatnya di puncak 2000, saya membawa material ke puncak 2005 dengan mobil hardtop. Saat itu posisi saya berdiri berada di bak mobil, untuk menjaga material agar tidak jatuh," ujar Gilang dalam wawancara yang berlangsung, Sabtu (5/10/2019).

Bertepatan dengan itu, lanjut Gilang, terjadi erupsi Gunung Sinabung, yang mengeluarkan banyak debu.

"Mata saya pun tersambar debu dan banyak terhirup juga oleh saya.

Seketika mata saya terasa sangat perih, tenggorokan dan dada saya terasa panas."

Halaman
1234
Penulis: Alija Magribi
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved