Bank Indonesia Anjurkan Tiga Prioritas Pembangunan Sumatera Utara ke Depan, Berikut Rinciannya

Kami menyadari bahwa tantangan ekonomi ke depan semakin berat dan kompleks sehingga membutuhkan sinergi lintas instansi.

Bank Indonesia Anjurkan Tiga Prioritas Pembangunan Sumatera Utara ke Depan, Berikut Rinciannya
Tribun Medan / Natalin
Kepala Bank Indonesia Perwakilan Sumatera Utara, Wiwiek Sisto Widayat 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN-
Guna mengakselerasi perekonomian 
di daerah yang lebih cepat, Bank Indonesia (BI) memerlukan sinergi baik dalam bentuk 
komunikasi, koordinasi, dan pertukaran data. Terlebih pada kondisi ekonomi yang sedang menghadapi tantangan.

"Kami menyadari bahwa tantangan ekonomi ke depan semakin berat dan kompleks sehingga membutuhkan sinergi lintas instansi. Ekonomi dunia sedang mengalami ketidakpastian, beberapa negara berkembang sedang mengalami krisis, dan beberapa negara sedang mengalami pertumbuhan negatif. Kita juga menghadapi tantangan perang dagang. Maka kita tidak boleh lengah, terlebih 
perekonomian Sumatera Utara berbasis komoditas yang rentan terhadap volatilitas harga dan perekonomian mitra dagang utama," ujar Kepala Perwakilan BI Sumut (Sumatera Utara), Wiwiek Sisto Widayat.

Ia menjelaskan saat negara-negara lain ekonominya melambat, ekonomi Indonesia harus mampu tumbuh.

Untuk itu, dalam situasi yang sulit maka masyarakat harus jeli mengidentifikasi 
peluang. Menurutnya ada tiga hal penting yang dapat menjadi daya ungkit Sumut.

"Pertama, terus perbaiki kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), 
kedua, tingkatkan investasi yang masuk ke Sumatera Utara dan ketiga, peningkatan kualitas infrastruktur," ucapnya.

Diakuinya, SDM yang berkualitas merupakan modal penting memasuki era ekonomi berbasis  digital.

Bonus demografi mustahil menjadi bonus lompatan kemajuan apabila tidak dibekali dengan karakter dan kemampuan beradaptasi dengan 
perkembangan teknologi. Perubahan cepat terjadi di semua lini, seperti transportasi, akomodasi, sistem pembayaran, dan sektor finansial. 

"Kondisi ini juga berpengaruh terhadap permintaan di dunia kerja. Untuk dapat bersaing, barangkali saat ini sudah tidak cukup lagi pendidikan yang sifatnya 
basic, keahlian spesifik dan unik akan lebih dibutuhkan kedepannya," kata Wiwiek.

Ia menjelaskan dalam dunia 
yang cepat berubah dan mengedepankan lifestyle, beberapa keahlian menjadi sangat dibutuhkan seperti kemampuan coding, data analytics, desain grafis, akuntansi, bahasa asing, barista, agrobisnis, hingga operator alat berat.

Untuk itu, respon pemerintah di daerah diharapkan dapat selaras, salah satunya dengan merancang program kursus pra-kerja diluar pendidikan wajib 12 tahun. 
Selain itu, peningkatan kualitas SDM juga menuntut adanya perbaikan kualitas guru yang juga seharusnya dapat diakselerasi.
Program itu diharapkan dapat mendorong terciptanya
pemimpin atau generasi yang responsif terhadap perubahan dan lebih adaptif dalam menghadapi perubahan itu sendiri. 

Halaman
12
Penulis: Natalin Sinaga
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved