Eksodus Penduduk dari Wamena, Ada 38 Warga Sumut Berhasil Dipulangkan Keluar dari Konflik
Sampai dengan saat ini bantuan dana terus mengalir ke rekening Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk warga yang berada di Wamena
Penulis: Satia |
TRIBUN MEDAN.COM, MEDAN - Sampai dengan saat ini bantuan dana terus mengalir ke rekening Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk warga yang berada di Wamena, Papua.
Pemerintah menggalang dana untuk bantuan kepada warga Sumut guna melakukan eksodus guna keluar dari daerah konflik tersebut.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Riadil Akhir Lubis, yang ditugaskan oleh Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi mengatakan, bantuan tidak hanya diberikan oleh pemerintah tetapi masyarakat juga ikut membantu.
"Sampai dengan ini dana terus mengalir bantuan dari orang-orang. Tidak hanya pemerintah yang memberikan bantuan," kata Riadil, melalui sambungan telepon genggam, Senin (7/10/2019).
Dia tidak bisa menyebut berapa banyak uang yang sudah masuk ke rekening tersebut karena bantuan dana terus mengalir.
Sementara itu tim yang berada di Wamena juga tengah melakukan pendataan mengenai kondisi terkini warga Sumut.
"Saya tidak bisa menyebutkan berapa banyak, karena itu masuk rekening khusus. Saat ini tim tengah berada di Wamena," ucapnya.
Sebelumnya, Edy Rahmayadi telah menggalang dana hingga Rp 2 miliar lebih untuk warga Sumut yang terjebak di Wamena.
Ia juga menyebutkan, dana tersebut akan digunakan oleh warga Sumut sesuai kebutuhan.
Edy mentakan hingga saat ini tidak ada warga Sumut yang menjadi korban akibat kerusuhan itu. Hanya saja banyak yang mengalami trauma akibat kerusuhan itu.
"Kondisi di sana tidak ada warga Sumut korban. Warga Sumut berada di posko pengungsian saat ini," jelasnya.
Hingga saat ini tim tengah melakukan pendataan guna mengetahui berapa jumlah warga Sumut yang berada di sana.
Sementara itu berdasarkan perkembangan informasi yang terbaru ada 38 warga Sumut yang sedang dalam perjalan pulang menggunakan transportasi udara, darat dan laut.
Ia berharap, seluruh warga Sumut yang tengah melakukan perjalan pulang dalam konsisi baik.
"Saat ini dalam perjalanan pulang dari Surabaya 14 orang dan lusa akan sampai. Tadi pagi ada 24 orang yang berangkat ke Sumut juga," ujarnya.
Setelah tim berada di sana, 85 persen warga Sumut meminta kepada pemerintah untuk dapat pulang. Karena, kondisi di Wamena tidak bisa diprediksi, kerusuhan mudah terjadi.
"Dari sekian banyak warga Sumut, ada 85 persen warga Sumut minta pulang," katanya.
(cr19/Tribun-Medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/act-berangkatkan-101-pengungsi-wamena.jpg)