Hubungan Sedarah di Sumut Meningkat 40 Persen, Rata-rata Korbannya Masih di Bawah Umur

Kebanyakan kasus-kasus yang ditangani PKPA berada di wilauah hukum Polsek Percut Sei Tuan.

Hubungan Sedarah di Sumut Meningkat 40 Persen, Rata-rata Korbannya Masih di Bawah Umur
Shutterstock.com
Ilustrasi pernikahan sedarah. 

MEDAN,TRIBUN - Pernah mendengar istilah incest atau inses? Ya, istilah ini bermakna hubungan atau pernikahan antara dua orang yang masih berikatan sedarah (keluarga).

Dalam agama, hubungan semacam ini sangat terlarang. Hampir di semua negara menganggap pernikahan ini sebagai hal yang tabu.

Senior Officer Advokasi Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA) Sumut, Azmiati Zuliah mengatakan, kasus inses di Sumut mengalami peningkatan.

Sejak 2018 hingga 2019, ada peningkatan kasus hingga 40 persen.

Satu faktor utamanya karena adanya kepercayaan penuh yang diberikan keluarga kepada anggota keluarga lainnya.

"Kasus yang baru kami tangani, masalahnya adalah keluarga yang mempercayai terhadap orang yang dianggap keluarga. Orangtua yang bekerja tidak sempat menitipkan anak ke tempat penitipan," katanya, Minggu (6/10).

Karena tidak sempat, anak dititipkan kepada paman yang ada di rumah.

Ada juga anggota keluarga yang justru tinggal di rumah dari korban.

Datang dari kampung, tinggal di rumah, dicarikan pekerjaan.

"Pada suatu kesempatan, orangtua percaya ketika anaknya diajak pergi jalan dan diimingi sesuatu.

Halaman
1234
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved