Gempa Bermagnitudo 6,8 Guncang Seram Barat, Jalan Sepanjang 100 Meter Terbelah

Gempa yang sangat kuat dirasakan itu juga mengakibatkan sebuah jalan sepanjang lebih dari 100 meter di Desa Kairatu, terbelah.

Tayang:
KOMPAS.com/RAHMAT RAHMAN PATTY
Kondisi tanah yang terbelah di Desa Kairatu, Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku, pascagempa bermagnitudo 6,8 yang mengguncang wilayah tersebut, Kamis (26/9/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com - Gempa bermagnitudo 6,8 yang mengguncang Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku, tidak hanya berdampak pada jatuhnya korban jiwa.

Gempa bumi merusak rumah warga, sekolah, rumah ibadah dan fasilitas publik lainnya.

Gempa yang sangat kuat dirasakan itu juga mengakibatkan sebuah jalan sepanjang lebih dari 100 meter di Desa Kairatu, terbelah. 

Saat berada di Kairatu pada Minggu (6/10/2019), Kompas.com ikut mendatangi lokasi tersebut dan menyaksikan langsung kondisi jalan yang rusak parah akibat getaran gempa bumi.

Berdasarkan pantauan, tampak jalan yang menghubungkan permukiman warga ke arah pantai Kairatu itu terbelah tidak beraturan.

Pada beberapa bagian, lubang dengan kedalaman lebih dari 1 meter.

Sementara, di sekitar lokasi tersebut, banyak bidang tanah yang mengalami retak.

Salah seorang warga setempat, Amin Piris mengatakan, warga baru mengetahui jalan tersebut terbelah, sekitar sehari setelah gempa tersebut terjadi.

"Besoknya setelah gempa, baru kita tahu ada jalan yang terbelah seperti itu,"kata Amin kepada Kompas.com.

Kondisi tanah yang terbelah di Desa Kairatu, Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku, pasca gempa bermagnitudo 6,8 yang mengguncang wilayah tersebut, Kamis (26/9/2019).
Kondisi tanah yang terbelah di Desa Kairatu, Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku, pasca gempa bermagnitudo 6,8 yang mengguncang wilayah tersebut, Kamis (26/9/2019).(KOMPAS.com/RAHMAT RAHMAN PATTY)

Saat ini, warga mulai khawatir dengan kondisi tanah di kawasan itu.

Sebab, beredar informasi bahwa di kawasan tersebut masuk pada zona patahan.

Meski begitu, menurut Amin, banyak warga yang penasaran terus mendatangi lokasi tersebut.

"Kita di sini sangat khawatir, tapi banyak warga dari luar yang terus melihat kondisi jalan itu, mungkin mereka penasaran,"ujar Amin.

Selain di Desa Kairatu, kondisi tanah retak juga terjadi di Dusun Telaga Ratu, Desa Waimital dan Desa Waihatu, Kecamatan Kairatu Barat.

Di dua desa ini, keretakan tanah bahkan terjadi di tengah permukiman warga.

"Kalau di Dusun Pakarena, kasusunya seperti di Desa Liang, ada muncul beberapa kolam besar seperti perigi juga, saat gempa terjadi ada semburan lumpur,"kata Indra, salah satu warga lainnya.

JEMBATAN MERAH SUDAH DIBUKA

Jembatan Merah Putih di Kota Ambon yang retak akibat gempa bermagnitudo 6,5 pada 26 September 2019, sudah dapat dilalui.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, keretakan terjadi pada sambungan Asphaltic Plug Expantion Joint (siar muai).

Selain itu terjadi juga pergeseran bearing pad di beberapa titik jembatan.

Perbaikan telah dilakukan dengan memasang ganjal pada bearing pad serta perbaikan siar muai.

"Saat ini ruas jembatan sudah dinyatakan aman dan bisa dilewati," kata Basuki dalam keterangan tertulis, Senin (7/10/2019).

Jembatan Merah Putih Ambon

Jembatan Merah Putih Ambon(Pusat Komunikasi Publik Kementerian PUPR)

Selain jembatan, rumah penduduk pun ikut rusak.

Dari hasil identifikasi sementara yang dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maluku, jumlahnya sebanyak 6.148 unit.

Kemudian 27 gedung pemerintahan/negara, termasuk gedung Balai Wilayah Sungai (BWS), Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN), Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Kementerian PUPR dilaporkan rusak.

"Dari hasil assesment tim Puskim diantaranya 12 unit rusak ringan, dua unit rusak sedang, sedangkan 13 unit lainnya masih dalam proses penilaian," kata Basuki.

Adapun fasilitas sosial (fasos) dan fasilitas umum (fasum) yang mengalami kerusakan yakni empat unit fasilitas ibadah rusak ringan, tiga unit fasilitas pendidikan rusak berat yakni Gedung Auditorium IAIN, Perpustakaan IAIN, dan Laboratorium IAIN.

Sementara Gedung Sekolah tingkat SD, SMP, dan SMA/SMK dilaporkan empat unit rusak berat dan sisanya masih dalam proses penilaian.

Untuk gedung fasilitas kesehatan yang dilaporkan rusak ringan yakni RS Khusus Daerah Pemerintah Provinsi Maluku dan RSUD Dr M Haelussy masih dalam proses penilaian. Beberapa unit gedung bangunan fasos fasum lainnya seperti terminal dan pasar juga masih dalam proses penilaian.

Basuki menyatakan, selama masa tanggap darurat, pemerintah terus berupaya memenuhi ketersediaan sarana dan prasaran air bersih dan sanitasi untuk keperluan sehari-hari.

Sebelumnya, gempa magnitudo 6,8 mengguncang Pulau Ambon dan Kabupaten Seram Bagian Barat pada Kamis (26/9/2019), pukul 08.46 WIT.

Adapun, lokasi gempa berada pada titik koordinat 3.38 Lintang Selatan,128.43 Bujur Timur atau berjarak 40 kilometer timur laut Ambon-Maluku dan 9 kilometer Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat.

Titik gempa dengan kedalaman 10 kilometer.

Akibat gempa tersebut, tercatat 38 orang meninggal dunia dan ratusan lainnya mengalami luka-luka.

Selain korban jiwa, gempa tersebut juga mengakibatkan kerusakan rumah-rumah warga, sekolah, rumah ibadah, perkantoran dan fasilitas publik lainnya.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Begini Penampakan Jalan yang Terbelah akibat Gempa di Seram Barat"

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved