Pelaku Bisnis Diajak Berkolaborasi pada Pesta Wirausaha Sumatera Utara 2019

Kami mengajak para pelaku usaha untuk menguatkan lagi bisnis masing-masing dengan cara berkolaborasi.

Pelaku Bisnis Diajak Berkolaborasi pada Pesta Wirausaha Sumatera Utara 2019
TRIBUN MEDAN/SEPTRIANA AYU SIMANJORANG
Pembukaan Pesta Wirausaha Sumatera Utara 2019 di Gedung Pusat Promosi Dagang UKM PRSU Medan. Kegiatan ini digelar selama dua hari 8 hingga 9 Oktober 2019. 

TRIBUN-MEDAN.com - Komunitas Tangan di Atas (TDA) menggelar Pesta Wirausaha Sumatera Utara 2019. Kegiatan ini digelar di Gedung Pusat Promosi Dagang UKM PRSU Medan selama dua hari yakni 8 hingga 9 Oktober 2019.

Menyadari pentingnya kolaborasi dalam membangun bisnis di era ini, TDA mengangkat tema Kolaborasi pada Pesta Wirausaha kali ini.

Presiden TDA 6.0. Donny Kris Puriyono menyatakan TDA ingin agar semua pelaku bisnis bisa berkontribusi untuk bangsa Indonesia melalui peningkatan ekonomi dengan cara pembelajaran pada para pelaku UKM di Indonesia.

"Dunia bisnis beberapa tahun belakangan ini sangat bergejolak. Maka dari itu kami mengangkat tema Kolaborasi. Kami mengajak para pelaku usaha untuk menguatkan lagi bisnis masing-masing dengan cara berkolaborasi," ungkapnya

Ratusan peserta tampak mengikuti berbagai kegiatan yang digelar. Selain berisi pameran dari berbagai UKM, diadakan pula kelas inspirasi, ask the mentor, hingga kelas digital.

Ketua TDA Sumut Adi Permata mengatakan peserta yang hadir bukan dari Kota Medan saja tapi dari daerah lain di Sumut.

"Ada dari Labuhan Batu, Rantauprapat, Siantar, Deliserdang, hingga Langsa. Kami berharap dengan turut hadir dalam kegiatan ini, muncul pelaku usaha yang kreatif dan mengenal betul pangsa pasar mereka," kata Adi saat ditemui Tribun Medan usai kegiatan ini.

Bagi pelaku usaha yang selama ini bingung akan arah bisnis mereka, kedepannya diharapkan bisa lebih terarah dan lebih fokus. "Yang kita buat hari ini bukan sekadar panggung inspirasi, tapi ada pula ask the mentor yang bisa menjadi bagian dari solusi mereka dari sisi manajerial dan potensi diri masing-masing pengusaha," ungkapnya

Sebagai sesama pelaku usaha, Adi melihat UKM di Sumatera Utara saat ini banyak yang sudah bagus. Terutama dalam bidang produksi tapi masalah yang dihadapi para pelaku UKM ini adalah masalah pemasaran dan memenejemen keuangan.

Melihat perubahan bola pemasaran di zaman digital ini, pada Pesta Wirausaha ini juga digelar kelas digital dari berbagai rumpun ilmu. Materinya mengenai google ads, facebook ads, instagram ads, dan semua materi mengenai sarana pemasaran disediakan.

"Para mentor dalam kelas ini merupakan orang asli Medan. Hari ini ada disiapkan 10 mentor, lima dari sisi digital, sisanya dari konsultan bisnis. Semua profesional dan di dunia bisnis mereka sudah tidak asing lagi. Jadi hari ini mereka kita jadikan satu dan kita tunjukkan bahwasanya medan itu wah. Bukan hanya makanannya yang enak, tapi SDM juga banyak yang unggul," ujarnya.

Melalui kegiatan-kegiatan tersebut ada tempat belajar baru mengenai bisnis di Kota Medan. Kata Adi "belajar enggak harus ke Jawa, Medan sudah banyak professional yang andal,".

Kegiatan ini juga diapresiasi oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Asisten Perekonomian, Pembangunan dan Kesejahteraan. Nouval Makhyar, SH dalam kata sambutannya mewakili Gubernur Sumatera Utara mengatakan Pesta Wirausaha ini sangat relevan dengan tantangan zaman saat ini.

"UKM harus kreatif, salah satunya dalam perancangan organisasi dan strategi bisnis. Salah satunya adalah adanya pembaharuan SDM. Semoga kegiatan ini bisa bermanfaat bagi semuanya," pungkasnya.

(cr18/tribun-medan.com)

Penulis: Septrina Ayu Simanjorang
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved