Breaking News:

Antisipasi Mewabahnya Kolera Babi, Bangkai Harus Dibakar Lalu Dikubur

40 ekor lebih babi mati mendadak dan mengagetkan warganya. Populasi babi yang mati tersebar lebih dari satu desa.

Penulis: Arjuna Bakkara |
TRIBUN MEDAN/IST
Petugas Dinas Peternakan Taput tengah melakukan vaksinasi untuk menghalau virus babi di Taput. 

Untuk mengatasi virus mewabah, petugas  Dinas Peternakan pun telah dikerahkan melakukakan penanganan. Mulai dsri sosialisasi dan monitoring ke seluruh kecamatan.

Kemudian melakukan vakainasi bagi ternak yang sehat. Termasuk melakukan pengobatan bagi ternak yang terserang.

Dia juga menganjurkan agar peternak melapor meski ada monitoring. Sejauh ini juga kepada pedagang daging diimbau untuk tidak menjual daging babi yang sakit untuk dikonsumsi banyak orang.

"Jangan ada masyarakat, pedagan, atau peternak yang memotong babi sakit untuk dikonsumsi,"ujarnya.

Kemudian, apabila ada babi yang sakit lalu mati, sebaiknya dibakar llu dikubur dengan kedalaman satu meter. Membuang bangkai ke sungai dianggap tindakan yang salah, karena selain bau bangkai, virus pun akan semakin mudah terjangkit ke babi lain.

(jun/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved