Cerita Pengungsi Wamena Abdul Muni Lari Terbirit-birit Melihat Massa Bawa Parang dan Senso

Abdul Muni Lari Terbirit-birit Lihat Massa Bawa Parang dan Senso, Detik-Detik Mencekam Kerusuhan Wamena Papua.

Cerita Pengungsi Wamena Abdul Muni Lari Terbirit-birit Melihat Massa Bawa Parang dan Senso
TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Sejumlah pengungsi korban kerusuhan Wamena berjalan saat tiba di Kantor Pemprov Sumut, Medan, Rabu (9/10/2019). Sebanyak 36 pengungsi korban kerusuhan di Wamena, asal Sumatera Utara tiba di Kantor Pemprov Sumut untuk selanjutnya dikembalikan ke daerahnya masing-masing. 

Abdul Muni Lari Terbirit-birit Lihat Massa Bawa Parang dan Senso, Detik-Detik Mencekam Kerusuhan Wamena Papua. 

////

TRIBUN-MEDAN.COM - Abdul Muni, warga Dusun Durbugen, Desa Bungbaruh Kecamatan Kadur, Kabupaten Pamekasan, Pulau Madura, merupakan salah satu korban Kerusuhan Wamena Papua yang berhasil lolos dari kejaran massa.

Abdul Muni menceritakan momen mencekam saat Kerusuhan Wamena Papua dari massa yang bersenjatakan senajata tajam hingga rumah-rumah warga yang masih dihuni dibakar. 

Abdul Muni, warga Dusun Durbugen, Desa Bungbaruh Kecamatan Kadur, Kabupaten Pamekasan, Pulau Madura, merupakan salah satu korban kerusuhan Wamena yang berhasil lolos dari kejaran massa.
Abdul Muni, warga Dusun Durbugen, Desa Bungbaruh Kecamatan Kadur, Kabupaten Pamekasan, Pulau Madura, merupakan salah satu korban kerusuhan Wamena yang berhasil lolos dari kejaran massa. (Kuswanto Ferdian)
Saat itu pukul 09.00 WIT, ia sedang berada di dalam kios miliknya, Kampung Hom-Hom, Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua.

2. Massa Bersenjatakan Panah, Parang dan Gergaji Rantai

Tiba-tiba, sejumlah massa datang dengan membawa panah, parang dan gergaji rantai ( senso).

Lalu massa menebang sejumlah pohon yang tumbuh di pinggir jalan Kampung Hom-Hom dan menutup jalan dengan pohon yang sudah ditebang.

3. Membakar Rumah Pendatang

Mereka juga membakar semua bangunan di Kampung Hom-Hom sembari berteriak akan membunuh semua warga pendatang.

Mendengar teriakan itu, Abdul Muni langsung keluar dari dalam kiosnya bersama temannya.

Halaman
1234
Editor: Abdi Tumanggor
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved