Edy Rahmayadi Sambut 36 Warga asal Sumut dari Wamena, Prioritaskan Pendidikan bagi Anak-anak

Masih ada 264 warga asal Sumut yang akan menyusul dengan menggunakan transportasi laut (kapal).

Edy Rahmayadi Sambut 36 Warga asal Sumut dari Wamena, Prioritaskan Pendidikan bagi Anak-anak
TRIBUN MEDAN/SATIA
Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi saat berada di Aula Raja Inal Siregar, lantai dua, kantor gubernur, Jalan Pangeran Diponegoro, Kota Medan, Rabu (9/10/2019). 

TRIBUN MEDAN.COM, MEDAN - Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi menyambut kedatangan 36 orang warga asal Sumut yang berhasil di evakuasi dari daerah konflik Kabupaten Wamena, Provinsi Papua.

Puluhan orang tersebut tidak dengan menggunakan transportasi darat (bus) ke Kantor Gubernur, Jalan Pangeran Diponegoro, Kota Medan, Rabu (9/10/2019). Selanjutnya, puluhan orang tersebut akan dipulangkan ke daerahnya masing-masing. Adapun daerah yang akan dituju oleh warga tersebut, yaitu Sibolga, Humbang Hasundutan, Tapanuli Utara Simalungun, Toba Samosir.

"Yang hadir di sini ada 36 orang, telah berhasil dievakuasi dari Wamena dengan menggunakan transportasi darat," katanya.

Saat ini, masih ada 264 warga asal Sumut yang akan menyusul dengan menggunakan transportasi laut (kapal). Ia memprediksi 10 hari ke depan akan tiba di Pelabuhan Belawan.

"Yang belum kembali 264 orang lagi. Hari ini mereka akan naik kapal laut, 10 hari ke depan akan kita sambut mereka di pelabuhan Belawan," jelasnya.

Baca: Akhirnya Pengungsi Wamena asal Sumut Tiba di Medan Diangkut 2 Bus ALS dari Surabaya

Neti Ompusunggu, seorang pengungsi asal Wamena yang tiba di Sumatera Utara, Rabu (8/10/2019)
Neti Ompusunggu, seorang pengungsi asal Wamena yang tiba di Sumatera Utara, Rabu (8/10/2019) (tribun-medan.com/dimaz)

Total dari keseluruhan warga asal Sumut yang sudah terdata saat ini berjumlah 651 orang. Sementara itu, ada 133 warga asal Sumut memilih kembali ke Wamena. Penjelasan ini didapatkannya setelah tim melakukan pendataan terhadap seluruh warga asal Sumut di sana. Bagi warga yang tidak mah kembali ke Sumut, Edy Rahmayadi sudah berkoordinasi dengan TNI AU setempat untuk memberikan fasilitas, berupa tranportasi.

"Ada133 orang tidak mau kembali ke sini (Sumut), saya minta kembali ke Wamena. Dibantu oleh TNI AU menggunakan pesawat Hercules," ujarnya.

Setelah kembali ke Sumut, pastinya puluhan warga itu mengalami masalah, tempat tinggal dan kehidupan selanjutnya. Akan tetapi pemerintah Sumut tidak tinggal diam, kata Edy, pendidikan menjadi prioritas bagi anak-anak korban kerusuhan Wamena.

Dirinya mengaku, akan menyiapkan seragam sekolah berikut dengan alat tulisnya. Ini dilakukanya, demi cita-cita anak-anak tersebut tidak putus akibat dari kerusuhan yang terjadi.

"Prioritas anak sekolah, kita siapkan pakaian, buku, sehingga anak sekolah tidak putus sekolah. Kita perhatikan untuk kehidupan mereka berikutnya," jelasnya.

(cr19/Tribun-Medan.com)

Penulis: Satia
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved