Tawarkan Kios Milik Pemkab, Pria Ini Gelapkan Uang Calon Penyewa Rp 14,5 Juta

AKBP Faisal F Napitupulus mengatakan tersangka ditangkap setelah mengaku sebagai pemilik kios yang terletak di Jalan Akasia

Tawarkan Kios Milik Pemkab, Pria Ini Gelapkan Uang Calon Penyewa Rp 14,5 Juta
TRIBUN MEDAN/MUSTAQIM INDRA JAYA
Tersangka kasus penggelapanRp 14,5 juta berinisial MD (pakai sebo) saat dipaparkan Kapolres Asahan, AKBP Faisal F Napitupulu di Mapolres Asahan, Rabu (9/10/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com, KISARAN - Seorang pria berinisial MD (39) warga Jalan Mentimun, Kelurahan Siumbut Baru, Kecamatan Kisaran Timur, Kabupaten Asahan diamankan petugas Sat Reskrim Polres Asahan pada Sabtu (5/10/2019).

Pasalnya tersangka diketahui menggelapkan uang milik Boby Nugroho (31) warga Jalan Sisingamangaraja, Kelurahan Sendang Sari, Kecamatan Kisaran Barat sebesar Rp 14,5 juta.

Kapolres Asahan, AKBP Faisal F Napitupulus mengatakan tersangka ditangkap setelah mengaku sebagai pemilik kios yang terletak di Jalan Akasia, tepatnya di belakang SMP Negeri 2 Kisaran dan telah menerima uang panjar dari korbannya. Namun, hingga kini korban tidak bisa menempati kios yang dimaksud.

"Jadi tersangka menawarkan sewa kios, yang ternyata milik Pemkab senilai Rp 30 juta untuk lima tahun kepada korban pada 19 Januari 2016. Sebagai panjar korban pun menyerahkan uang sebesar Rp 14,5 juta," kata Faisal, Rabu (9/10/2019).

Ditambahkan Faisal, diduga karena tak kunjung bisa menempati kios, pada April 2016 korban pun mendatangi Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan menanyakan status kios tersebut.

Korban mendapatkan penjelasan bahwa kios tersebut merupakan milik Pemkab Asahan dan tidak akan bisa ditempati, sebelum diresmikan oleh Bupati Asahan.

Mengetahui hal itu, korban pun lantas meminta tersangka untuk mengembalikkan uang panjar yang telah ia serahkan. Namun, hingga saat ini tuntutan korban tidak kunjung dipenuhi tersangka.

"Akhirnya korban pun membuat laporan ke Polres Asahan, karena ketika berulang kali ditagih, tidak pernah menepati janjinya," ucapnya.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat oleh penyidik Polres Asahan dengan Pasal 378 KUHPidana tentang Penggelapan.

Satu lembar kwitansi pembayaran panjar uang kios senilai Rp 14,5 juta tertanggal 19 Januari 2016 disita petugas sebagai barang bukti dalam kasus ini.

(ind/tribun-medan.com)

Penulis: Mustaqim Indra Jaya
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved