Kelemahan UU KPK Hasil Revisi, Jubir KPK Contohkan Kasus KTP Elektronik, BLBI, Korupsi Lintas Negara

Kelemahan UU KPK Hasil Revisi, Jubir KPK Contohkan Kasus KTP Elektronik, BLBI, Korupsi Lintas Negara

Kelemahan UU KPK Hasil Revisi, Jubir KPK Contohkan Kasus KTP Elektronik, BLBI, Korupsi Lintas Negara
KOMPAS.com/AMBARANIE NADIA
Kelemahan UU KPK Hasil Revisi, Jubir KPK Contohkan Kasus KTP Elektronik, BLBI, Korupsi Lintas Negara 

Kelemahan UU KPK Hasil Revisi, Jubir KPK Contohkan Kasus KTP Elektronik, BLBI, Korupsi Lintas Negara

TRIBUN-MEDAN.COM - Kelemahan UU KPK Hasil Revisi, Jubir KPK Contohkan Kasus KTP Elektronik, BLBI, Korupsi Lintas Negara.

//

Tidak semua kasus bisa diselesaikan dalam waktu dua tahun sebagaimana diatur dalam UU KPK hasil revisi.

Baca: 4 Cara Mudah dan Praktis Basmi Nyamuk Selain Fogging, Waspada Demam Berdarah (DBD) Musim Penghujan

Baca: JADWAL & Link Live Streaming Timnas UEA vs Timnas Indonesia, Prediksi dan Susunan Pemain

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengingatkan soal itu.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mencontohkan kasus tindak pidana pencucian uang adik mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, Tubagus Chaeri Wardana, yang penyidikannya memakan waku hingga lima tahun.

"Kalau penanganan perkara di KPK dibatasi waktunya dua tahun, mungkin kasus seperti TPPU atau kasus seperti TCW ini tidak mungkin terbongkar.

Baca: JADWAL & Link Live Streaming Timnas UEA vs Timnas Indonesia, Prediksi dan Susunan Pemain

Penyidikan kasus ini membutuhkan waktu lima tahun meskipun kita tahu yang disita jumlahnya signifikan Rp 500 miliar," kata Febri, Rabu (9/10/2019).

Febri menuturkan, kasus TPPU Wawan di atas merupakan salah satu kasus kakap yang cukup rumit lantaran KPK mesti menghitung kerugian keuangan negara dengan jumlah yang signifkan.

Menurut Febri, kerumitan serupa juga terjadi ketika KPK mengusut kasus KTP Elektronik, BLBI, maupun korupsi di sektor pertambangan, kehutanan serta kasus korupsi lintas negara.

Halaman
12
Editor: Salomo Tarigan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved