40 Peserta Ikuti AEFS 2019 Diselenggarakan Fakultas Pertanian USU

“Dari 40 peserta tersebut, 37 di antaranya berasal dari Indonesia. Tiga lainnya berasal dari University Sains Malaysia, University of York. .

40 Peserta Ikuti AEFS 2019 Diselenggarakan Fakultas Pertanian USU
TRIBUN MEDAN/AYU PRASANDI
Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara (USU) menyelenggarakan kegiatan International Conference of Agriculture, Environment and Food Security (AEFS) 2019. 

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN- Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara (USU) menyelenggarakan kegiatan International Conference of Agriculture, Environment and Food Security (AEFS) 2019.

Diadakan di Hotel Aryaduta Medan, tema yang diusung dalam konferensi adalah Third International Conference of Agriculture, Environment and Food Security (AEFS) 2019.

Ketua Panitia Third International Conference of Agriculture, Environment and Food Security (AEFS) 2019, Dr Ir Tavi Supriana, menerangkan, konferensi diikuti oleh 40 peserta, yang terdiri dari 30 institusi perguruan tinggi dan 10 perusahaan. 

“Dari 40 peserta tersebut, 37 di antaranya berasal dari Indonesia. Tiga lainnya berasal dari University Sains Malaysia, University of York dan Czech University of Life Sciences of Prague,” terangnya.

Wakil Rektor II Universitas Sumatera Utara Prof Dr Muhammad Fidel Ganis Siregar, mengatakan, isu keamanan pangan dan ketersediaan makanan sehat telah menjadi isu hangat sejak beberapa tahun terakhir. 

“Bangkitnya kesadaran masyarakat untuk semakin menjaga kesehatan diri dan lingkungannya, telah mengakibatkan peningkatan kepedulian masyarakat terhadap asupan pangannya,” ujarnya, Jumat (12/10/2019).

Ia menuturkan, dengan semakin gencarnya kampanye makanan sehat dengan serta-merta juga menjadikan beberapa sektor seperti pertanian dan lingkungan hidup, khususnya yang berhubungan dengan penyediaan pangan, kian menggiatkan inovasi dan penelitian untuk meminimalkan bahkan meniadakan penggunaan pestisida dan unsur racun lainnya dalam pertumbuhan tanaman pangan. 

“Sejalan dengan kehadiran Era Revolusi Industri 4.0, ketersediaan pangan yang sehat, bergizi dan aman dikonsumsi menjadi sebuah peluang yang memungkinkan bagi banyak pihak tak terkecuali para peneliti, untuk ikut serta menyumbangkan ide dan pemikirannya, dalam rangka pemenuhan kebutuhan masyarakat,” tuturnya. 

Ia mengungkapkan, hal tersebut juga berperan penting dalam meningkatkan kualitas kehidupan manusia di masa depan.

“Gelar konferensi ini semoga nantinya mampu memberikan pencerahan dan memungkinkan munculnya inovasi-inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat banyak, khususnya terkait ketersediaan pangan yang sehat dan jauh dari kandungan kimia dan zat-zat berbahaya lainnya,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, ketika pola gaya hidup sehat dapat dipelihara sebagai kebutuhan dan bukan hanya trend sesaat, maka ruang yang lebih luas bagi kita semua tersedia untuk berekspresi dan melahirkan inovasi andal yang tidak mustahil akan dapat diproduksi dan dikonsumsi massal.

(pra/tribun-medan.com)

Penulis: Ayu Prasandi
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved