Jawab Tantangan Industri 4.0, Hanifadinna Manfaatkan Teknologi Hidroponik untuk Kelapa Sawit

Dosen sekaligus peneliti dari Institut Tehnologi Sains Bandung (ITSB) Cara Menanam Sawit Secara Hidroponik dengan mengaplikasikan Internet Of Things

Jawab Tantangan Industri 4.0, Hanifadinna Manfaatkan Teknologi Hidroponik untuk Kelapa Sawit
TRIBUN MEDAN/GITA NADIA PUTRI br TARIGAN
Hanifadinna saat mengisi seminar bertajuk Bagaimana Cara Menanam Sawit Secara Hidroponik dengan mengaplikasikan Internet Of Things di Santika Premiere Dyandra Hotel and Convention, Jalan Kapten Maulana Lubis Nomor 7, Jumat (11/10/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com - Hidroponik merupakan budidaya menanam dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah, dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman.

Sistem menanam Hidroponik memang dikenal sangat praktis juga menghemat lahan. Kini Hidroponik semakin banyak diminati oleh pelaku usaha tanaman, petani bahkan peneliti.

Hal tersebut dibuktikan oleh Dosen sekaligus peneliti dari Institut Tehnologi Sains Bandung (ITSB) Hanifadinna saat mengisi seminar bertajuk Bagaimana Cara Menanam Sawit Secara Hidroponik dengan mengaplikasikan Internet Of Things di Santika Premiere Dyandra Hotel and Convention, Jalan Kapten Maulana Lubis Nomor 7, Jumat (11/10/2019).

"Ini merupakan hasil riset saya dengan beberapa Mahasiswa. Seperti yang kita ketahui Areal sawit setiap tahunnya meningkat. Tahun 2015 lahan untuk areal penanaman sawit sebesar 11, 26 juta hektar, lalu meningkat di 2017 berada di 12, 3 juta hektar. Kesimpulannya cenderung meningkat, tapi sayangnya presiden sekarang sudah stop perluasan lahan," katanya

Salah satu tantangan lainnya adalah karena juga bertambah luas maka kebutuhan pembibitan sawit juga semakin besar. Untuk menjawab tantangan industri 4.0 Ia dan beberapa mahasiswa ITSB memanfaatkan twhnologi hidroponik dengan internet of things.

"Saya mencoba menawarkan alternatif, bagaimana kita menggunakan sistem hidroponik pada sawit. Dan ini sudah pernah dilakukan oleh seorang mahasiswa yang sudah memenangkan lomba berkali-kali. Jadi dia melakukan pembibitan kelapa sawit pre nursery dengan sistem hidroponik. Dan untuk menjawab tantangan industri 4.0, maka kita manfaatkan teknologi hidroponik kelapa sawit dengan internet of things," katanya.

Smart hidroponik yang Ia maksud adalah suatu sistem hidroponik yang mampu mengukur perubahan Impairment, kemudian bisa mengukur parameter kesuburan tanaman dan dapat memberi respon apabila ada perubahan terhadap tanaman tersebut melalui koneksi internet.

"Yang dibutuhkan itu sensor, kontroler dan akuator. Sensor tugasnya merasakan, jadi bisa kita ketahui kelembapan, Ph, temperatur dan lainnya. Dan Kontroler itu fungsinya apabila ada informasi dari sensor akan ditransfer ke kontroler, dia melakukan komparasi dan memberikan komando kepada akuator dan akuator akan memfollowup tindakan apa yang harus dilakukan," katanya.

Agar sistem tersebut bisa berjalan, katanya maka dibutuhkan koneksi WIFI yang lancar. Sistem ini dikatakan smart karena sistem tersebut dapat dianalogikan seperti badan manusia, yang ketika merasa dingin atau panas otimatis akan mengirim sinyal atau instruksi ke otak untuk mencari solusi.

"Jadi, dia harus mampu mengukur perubahan lingkungan, dan mampu mengontrol dan memberi follback, dan juga support. Tehnologi ini nggak hanya bisa digunakan dengan listrik atau batrai tapi bisa juga dengan matahari. Alat yang saya gunakan mudah dijumpai di toko online, seperti sensor, temperatur untuk lingkungan air, konduktifitas, sensor ph dan lainnya," katanya

(cr21/tribun-medan.com)

Penulis: Gita Nadia Putri br Tarigan
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved