Jembatan Alternatif di Sawit Seberang Rusak Dihantam Arus Sungai, Ibu-ibu dan Pelajar Kesulitan

Kaum ibu yang kesulitan beraktivitas protes dan berteriak-teriak di lokasi penyeberangan. Pelajar kesulitan ke sekolah.

Jembatan Alternatif di Sawit Seberang Rusak Dihantam Arus Sungai, Ibu-ibu dan Pelajar Kesulitan
Tribun Medan/Dedy Kurniawan
Warga menyeberang sungai, Jumat (11/10/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com - Jembatan alternatif di Desa Sei Litur, Kecamatan Sawit Seberang, Kabupaten Langkat tersapu arus sungai rusak akibat derasnya arus sungai saat hujan, Jumat (11/10/2019).

Jembatan ini merupakan sebagai sarana penghubung bagi warga untuk menuju satu kampung ke perkampungan lainnya. Tanpa jembatan alternatif ini warga harus menempuh jarak dua kali lipat.

Sejauh ini pembangunan jembatan utama yang direncanakan pemerintah belum rampung juga, dan masih dalam proses pengerjaan.

Sejumlah warga dan pelajar beraktivitas pun nekat menyeberang dan melawan arus sungai.

Seorang pelajar, Heri (15) mengaku tidak sekolah akibat jembatan putus.

"Hari ini enggak bisa ke sekolah karena jembatan putus. Saat ini kami mengalami kesulitan karena jembatan sementara yang biasa kami lalui rusak akibat banjir. Arus deras begini enggak berani menyeberang. Enggak masuk sekolahlah jadinya," beber Heri.

Kaum ibu yang kesulitan beraktivitas protes dan berteriak-teriak di lokasi penyeberangan .

"Tolonglah segera siapkan jembatan utama. Kami enggak terima kalau begini terus menerus. Seharusnya mereka membuatkan jembatan alternatif yang layak terlebih dahulu," protes sejumkah IRT.

Kepala Desa Sei Litur, Sawon AR mengaku sudah meminta kepada kontraktor untuk membuat jembatan alternatif yang kokoh untuk pengganti sementara jembatan utama.

"Ada orang pengerjaan jembatan datangi saya. Sebelum titi utama dikerjai supaya dibuat jembatan alternatif, tapi itu langsung dibongkar pada malam hari tanpa sepengetahuan saya dan keesokan harinya warga marah-marah kepada  saya. Kenapa tak dibuat dulu titi alternatif," ungkapnya.

Sementara, pihak rekanan yang berinisial HN, saat dikonfirmasi mengklaim jembatan alternatif sudah diadakan dari awal saat jembatan utama dibongkar.

"Dari awal ada kami buat alternatif. Enggak betul kalau dibilang gak ada kami buat alternatif. Dari awal sudah kita buat jembatan alternatifnya," pungkas HN

Kades berharap kondisi jembatan alternatif segera diperbaiki dan dengan standar kelayakan fungsinya. Selain itu, jembatan utama yang tengah diperbaiki dapat segera diselesiakan pihak kontraktor. (dyk/tribun-medan.com)

Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved