Teka-teki Darah Wiranto Usai Ditikam Akhirnya Terkuak, Ini Penjelasannya

Teka-teki yang juga ramai diperbicangkan warganet adalah darah Wiranto akibat luka tikaman tersebut.

Teka-teki Darah Wiranto Usai Ditikam Akhirnya Terkuak, Ini Penjelasannya
HO
Wiranto mendapat perawatan medis, Kamis (10/10/2019) 

"Karena teror tujuannya adalah menimbulkan ketakutan, ada message yang dikirim, melihat sederhananya, begitu murahnya hanya sebuah pisau, tidak harus mati tapi dampaknya karena yang diserang adalah simbol, buktinya semua koran headline halaman pertama, jangan anggap teror itu harus bom, dampaknya yang diperlukan," jelasnya.

Benny Mamoto menyebut aksi yang dilakukan Abu Rara cukup cermat. Sebab, melihat dari video dan foto yang beredar, pelaku sempat berinteraksi dengan petugas pengamanan Wiranto.

"Dari foto yang beredar, tersangka sempat beriteraksi dengan petugas, itu menunjukan dia cukup cermat untuk masuk ke ring yang lebih dalam.

Dia berkomunikasi dengan aparat supaya tidak curiga, bayangkan kalau dia diam matanya lihat kanan kiri aparat sudah langsung melihat dia," kata Benny Mamoto.

Baca: Abu Rara Penusuk Wiranto Jebolan Fakultas Hukum, USU: Tidak Ada Kaitannya, Sudah Lama Tamat

Baca: Usai Bertemu SBY Bahas Masuk Kabinet, Kini Jokowi Undang Prabowo ke Istana

Hanum Rais Dilaporkan ke Bareskrim

Sementara itu, sejumlah warganet lainnya menilai bahwa kasus penusukan Wiranto hanyalah rekayasa. Putri Amien Rais, Hanum Rais, satu diantaranya.

"Settingan agar dana deradikalisasi terus mengucur. Dia caper. Krn tdk bakal dipakai lg. Play victim. mudah dibaca sbg plot. Diatas berbagai opini yg beredar terkait berita hits siang ini. Tdk byk yg benar2 serius menanggapi. Mgkn krn terlalu byk hoax-framing yg slama ini terjadi,” kicau Hanum Rais.

Screen shot postingan Hanum Rais yang sudah beredar di media sosial
Screen shot postingan Hanum Rais yang sudah beredar di media sosial (facebook)

Kini Hanum Rais dilaporkan oleh Relawan Jam'iyyah Jokowi-Maruf Amin ke Bareskrim Polri.

Hanum Rais dilaporkan karena dianggap telah menyebarkan berita bohong terkait peristiwa penusukan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto pada Kamis (10/10/2019) melalui akun Twitter.

Koordinator Jam'iyyah Jokowi-Ma'ruf Amin, Rody Asyadi mengatakan, pihaknya melaporkan Hanum karena melihatnya sebagai figur publik, sehingga tidak boleh sembarangan dalam memberikan pernyataan.

Halaman
1234
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved