Kafe Tempat Kumpul Aktivis di Medan Dilempari Batu dan Bensin

Literacy Coffee populer di kalangan aktivis dan sering menggelar diskusi yang mengangkat isu aktual.

Kafe Tempat Kumpul Aktivis di Medan Dilempari Batu dan Bensin
Tribun Medan/M Andimaz Kahfi
Pemilik Literacy Coffee John Fawer menunjukkan kaca nako yang dirusak. 

TRIBUN-MEDAN.com - Literacy Coffee yang berada di Jalan Jati II No 1, Kelurahan Teladan Timur, Kecamatan Medan Kota, dilempari oleh orang tidak dikenal (OTK) pada Sabtu (12/10/2019) dini hari.

Aksi pelemparan batu beserta bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin dan minyak tanah itu merusak empat kaca nako berwarna hitam pada sisi sebelah kanan Literacy Coffee.

Saksi mata, Amanda Lubis, mengatakan bahwa saat kejadian dirinya sedang berada di halaman Literacy Coffee. Ia belum bisa masuk karena menunggu kunci yang dibawa seorang teman yang belum pulang.

Kemungkinan para pelaku tidak mengetahui keberadaan Manda yang sedang duduk di bangku depan Literacy Coffee.

"Pintu terkunci, saya baru pulang pukul 02.30 WIB. Saat sedang chattingan sama teman, saya melihat di depan Toko Biru ada tiga orang berada di tiga sepeda motor. Mereka terlihat sedang bicara-bicara," kata Manda di Literacy Coffee, Sabtu (12/10/2019).

Pemilik dan simpatisan Literacy Coffee berkumpul di depan cafe, Sabtu (12/10/2019).
Pemilik dan simpatisan Literacy Coffee berkumpul di depan cafe, Sabtu (12/10/2019). (Tribun Medan/M Andimaz Kahfi)

"Saya enggak tahu di samping kanan rupanya ada sepeda motor. Tiba-tiba ada lemparan batu. Terus ada lemparan bensin dalam tiga plastik asoy (kresek) warna biru bagian luar dan dalamnya plastik putih bening. Terus ada botol minuman mineral kecil berisi minyak tanah dan sumbu yang dikemas seperti bom molotov dalam posisi hidup. Tapi enggak sempat kena," tutur Manda.

Melihat adanya aksi pelemparan, Manda spontan berteriak. Para pelaku yang berjumlah belasan sepeda motor matic dan rata-rata berboncengan yang mengetahui ada orang langsung kabur.

Setelah mereka kabur, terlihat ada helm jenis bogo warna biru yang jatuh di jalan bekas para pelaku melarikan diri dan satu bungkus plastik berisi sekitar sepuluh batu jatuh.

"Pelaku yang berjumlah belasan orang rata-rata berkemeja seperti baru pulang jalan-jalan. Saya perkirakan umur mereka rata-rata 20 tahun ke atas," beber Manda.

Ia mengaku tidak tahu apa motivasi pihak yang melempar dan ingin membakar Literacy Coffee.

Halaman
12
Penulis: M.Andimaz Kahfi
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved