Serunya Kegiatan Mahasiswa Psikologi USU Membatik di Taman Diiringi Alunan Musik Gamelan

Syahdunya musik gamelan mengiringi para peserta worshop batik yang tampak santai menggambar pola demi pola batik yang beragam

Serunya Kegiatan Mahasiswa Psikologi USU Membatik di Taman Diiringi Alunan Musik Gamelan
TRIBUN MEDAN/GITA NADIA PUTERI TARIGAN
Para peserta Batik-Batik di taman atau disebut Batman 3.0 yang diselenggarakan oleh mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sumatera Utara (USU), Sabtu (12/10/2019) 

TRIBUN-MEDAN.com - Syahdunya musik gamelan mengiringi para peserta worshop batik yang tampak santai menggambar pola demi pola batik yang beragam.

Aroma khas batik menyebar di setiap sudut taman, tidak ketinggalan, setiap peserta terlihat menggunakan batik dari ragam daerah.

Acara bertajuk Batik-Batik di taman atau disebut Batman 3.0 merupakan kegiatan membatik yang diselenggarakan oleh mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sumatera Utara yang diselenggarakan di Halaman Fakultas Psikologi USU, Jalan DR Mansyur Nomor 7, Sabtu (12/10/2019).

Ketua Panitia, Kezia Teguh Fitrari mengatakan kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati hari batik nasinal yang jatuh pada 2 Oktober lalu.

Kegiatan ini sudah kali ketiga dan betujuan untuk melestarikan budaya membatik di kalangan anak muda dan umum.

"Tujuan kita melestarikan budaya membatik di kalangan anak muda, tapi acara ini juga kita juga buka buat umum. Enggak hanya mahasiswa pesertanya ada juga pelajar, ibu rumah tangga dan lainnya. Kita harap kegiatan ini bisa mengedukasi para peserta. Kita bekerjasama dengan Ardhina Batik Medan yang memang berpengalaman mengadakan workshop membatik," katanya.

Selain itu, setiap tahunnya Batman mengangkat tema yang berbeda. Khusus tahun ini kata Kezia, mereka mengangkat tema Batik Sumatera, sehingga para peserta diajak mengenal dan mempelajari cara membuat batik Sumatera.

"Tahun lalu Batik Jawa, kali ini Batik Sumatera karena memang di Indonesia banyak sekali batik. Nggak kalah menarik batik Sumatera ini memilki kharakteristik yang unik dan indah," katanya.

Tidak kalah menarik, selain membatik bersama, Batman 3.0 juga menghadirkan ragam kegiatan lainnya, seperti pameran permainan tradisional, pameran angklung, serta ragam hiburan tradisional lainnya.

"Tujuan kita memang mengeksiskan kembali budaya Indonesia, disana ada pameran angklung, permainan tradisonal dan lainnya. Mereka juga dikenalkan dengan jenis-jenis kain di Sumut seperti ulos, jenis bati. Kita juga sediakan makanan tradisional seperti getuk, onde-onde, dadar gulung, dan hiburan keren," katanya.

Membatik ini katanya akan menanamkan rasa memiliki sebab peserta diajak langsung membuat batik, dan otomatis ilmu yang sudah diserap akan diaplikasikan dalam agenda kreatif lainnya.

"Setiap tahunnya kan kita membina orang-orang yang berbeda. Jadi akan semakin banyak yang teredukasi. Terutama generasi muda yang kedepannya akan jadi pemimpin, kalau rasa cinta sudah ada, otomatis akan semakin sulit negara lain mengkleim budaya kita," katanya.

(cr21/tribun-medan.com)

Penulis: Gita Nadia Putri br Tarigan
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved