Uji Labfor Ada Alkohol pada Lambung Golfrid Hingga Terjadi Kecelakaan Tunggal, Ini Komentar Walhi

Penyebab kematian Golfrid Siregar, Advokat wahana lingkungan hidup (WALHI) Sumatera Utara, masih belum terungkap secara tuntas.

Uji Labfor Ada Alkohol pada Lambung Golfrid Hingga Terjadi Kecelakaan Tunggal, Ini Komentar Walhi
Instagram/Golfrid Siregar
Golfrid Siregar aktifis Walhi Sumut 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Penyebab kematian Golfrid Siregar, Advokat wahana lingkungan hidup (WALHI) Sumatera Utara, masih belum terungkap secara tuntas.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto mengatakan pascakejadian, pihaknya membentuk tim dari Ditreskrimum Polda Sumut dan Polrestabes Medan dan Propam, untuk melakukan penyelidikan secara komprehensif.

"Sementara ini dugaan adalah pencurian terhadap barang milik korban. Saat itu alibinya menolong korban membawa ke rumah sakit, karena tas tertinggal dan tidak tahu dibawa kemana," kata Agus Andrianto saat paparkan kasus ini di Mako Polda Sumut, Jumat (11/10/2019).

"Sampai hari ini kita gelarkan secara bersama. Terhadap traffic accident analysis (TAA) yang dilaksanakan.
Kita juga sudah lakukan uji lab terhadap cairan lambung korban," jelas Agus.

Terkait peristiwa tersebut, Dirkrimum Polda Sumut Kombes Pol Andi Rian mengatakan bahwa pihaknya telah melaksanakan pemeriksaan saksi sebanyak 16 orang.

Saksi-saksi tersebut merupakan saksi sebelum ditemukan korban dan setelah ditemukannya.

"Untuk yang paling utama, kita juga ingin menjawab. Kita mencoba menyusun puzle untuk melihat secara utuh. Makanya kita rangkai mulai dari (2/10/2019) sekitar pukul 17.00 WIB korban meninggalkan rumah pamit dengan istri," ujar Andi Rian.

Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto menujukkan foto Golfrid Siregar saat di rumah sakit.
Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto menujukkan foto Golfrid Siregar saat di rumah sakit. (Tribun Medan/M Andimaz Kahfi)

Dari hasil penyelidikan pihak kepolisian, lanjut Andi, saat itu korban menuju rumah bapak tuanya di Jalan Bajak I.

Setelah sampai di sana ketemu dengan sejumlah orang bahkan berada di Bajak I mulai pukul 17.30-23.50 WIB.

"Korban berada baik di warung maupun di rumah pamannya atas Kennedy Silaban. Korban meninggalkan rumah pamannya pukul 23.50 WIB. Di mana kemudian ditemukan di Underpass antara pukul 00.15-00.30 WIB. Ada jeda waktu sekitar 30-45 menit. Kita harus ketahui cuaca pada saat itu kondisi hujan. Kemudian kondisi jalan basah. Dari beberapa saksi korban meninggalkan rumah menggunakan sepeda motor. Kondisi helm tidak digunakan secara baik alias hanya dipasang pada bagian ujung kepala," katanya.

Halaman
1234
Penulis: Muhammad Fadli Taradifa
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved